oleh

Gubernur Saksi Pernikahan Syarif-Lia

LINGGAU POS ONLINE, NIBUNG – Pagi ini (23/12) pukul 09.00 WIB, Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), H Syarif Hidayat resmi meminang Lia Mustika. Pasangan ini akan dinikahkan oleh H Herman (orang tua Lia Mustika). Dengan penghulu Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Muratara, H Baijuri Ihsan.

“Insya Allah saksinya itu Pak Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin. Pukul 16.00 WIB tadi sore (kemarin,red) protokol menuju Lubuklinggau,” jelas Asisten I Setda Muratara, Tarmizi, Jumat (22/12).

Mantan Camat Nibung 22 Februari 2011 – 2 Februari 2017 ini menjelaskan, kemungkinan besar gubernur akan tiba ke Nibung dengan helikopter dan landing di lapangan sepak bola Kelurahan Karya Makmur, Kecamatan Nibung.

Secara gamblang ia menjelaskan, pernikahan besok (hari ini) H Syarif Hidayat akan mengenakan jas. Sementara mempelai wanita, Lia Mustika mengenakan kebaya.

Seluruh pejabat Muratara dipastikan hadir menyaksikan prosesi akad nikah di dalam rumah mempelai wanita.

Sebelum akad nikah akan ada hadroh dari kawasan Nibung dipimpin H Padli.

Masalah pengamanannya, Kapolsek Nibung mengerahkan 23 personel, 1 Kompi Pol PP dan petugas Dinas Perhubungan yang mengatur parkirnya.

“Malam ini (tadi malam,red) Pak Syarif masih di Desa Terusan. Besok pagi (pagi ini,red) berangkat pukul 07.00 WIB ke kediaman mempelai wanita,” jelasnya.

Usai akad nikah, dilanjutkan dengan syukuran persedekahan berupa organ tunggal, makan dengan prasmanan katering.

“Mengenai ceramah agama kami belum tahu. Namun untuk Master Ceremony (MC), H Luthfi Ishak,” tutur Tarmizi lagi.

Persedekahan itu bakal dilangsungkan di halaman Kantor Camat Nibung. Saat ini sudah berdiri 40 unit tenda. Diperkirakan bakal hadir 3.000 tamu undangan. Momen ini juga jadi ajang silaturahim Gubernur Sumsel dengan masyarakat Nibung.

*** Pertemuan Syarif dan Lia

Sebelumnya, ayah Lia Mustika, H Herman pernah menjelaskan bahwa Lia dan Syarif sebenarnya masih terbilang keluarga.

“Lia dan Pak Syarif masih terbilang keluarga, kami satu turunan dengan status ponakan sendiri,” ungkap Herman.

Awalnya, memang H Syarif Hidayat secara langsung mendatangi pihak keluarga dan menyatakan ingin meminang Lia.

“Saya bilang silakan bicara langsung dengan yang bersangkutan. Jika yang bersangkutan setuju, seluruh keluarga juga akan setuju. Karena anak saya setuju, ya ini namanya jodoh,” timpalnya.

Pernyataan ini diperkuat dengan ungkapan Lurah SP9 Karya Makmur, Amirza. Ia menjelaskan, awal pertemuan Bupati Muratara dengan Lia Mustika dari seringnya silaturahmi antara keluarga tersebut yang terjalin.

“Awalnya bertemu silaturahmi, pihak keluarga perempuan sering ke rumah bupati dan bupati juga sering main ke Nibung. Mungkin di situ kenalnya, memang Lia kerja di Jakarta tapi dia sering pulang kampung,” ujarnya.

Untuk mematangkan acara perhelatan pernikahan Syarif dan Lia, Amirza mengaku sudah 10 hari ini melakukan persiapan dengan para warga.

“Undangannya 1.500. Tamunya pasti lebih dari itu,” terang Amirza.

Sementara Lia Mustika ternyata menginginkan pernikahannya dengan H Syarif Hidayat digelar sederhana saja.

“Kalau bisa mau yang sederhana saja. Tidak mau dipublikasikan, undangan sudah kita siapkan itu untuk keluarga dekat saja,” tandas Lia.

Lia mengatakan, hubungan kekeluargaan yang sangat dekat menjadi daya tarik tersendiri baginya.

“Selama ini saya bekerja di Jakarta, dan karena yang melamar keluarga dekat jadi saya terima. Untuk selanjutnya, saya akan tinggal di Muratara dan tak bekerja di Jakarta,” katanya.(05/SE)

Komentar

Rekomendasi Berita