oleh

GTT Desa Pauh I Roboh

“…GTT ini salah satu komponen yang sangat penting, kalau terganggu maka penyaluran listrik ke rumah-rumah konsumen juga terganggu…”

* Manager PT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Lubuklinggau, Mustofa Bahri

LINGGAU POS ONLINE – Gardu Trafo Tiang (GTT) milik PT PLN di Dusun IV Tebing Tinggi Desa Pauh I, Kecamatan Rawas Ilir roboh. Roboh GTT tersebut sudah berlangsung cukup lama, sejak 23 Agustus lalu.

Namun hal itu baru diketahui, setelah warga melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab dari pemadaman listrik di dusun mereka dampak dari robohnya GTT tersebut. Saat ini diketahui, robohnya GTT di simpang Tebing Tinggi Dusun IV Desa Pauh I itu dikarenakan tertimpa pohon.

“Sudah satu minggu listrik di dusun kami padam, ternyata tiang trafo roboh,” ungkap Ade Candra warga setempat, Kamis (29/8).

Ia berharap pihak PLN cepat menanggapi dan memperbaiki, ketika ada kejadian seperti ini.

“Petugas PLN harusnya cepat tanggap jangan terlalu lama, apalagi sampai satu minggu,” tegas Ade.

Sementara Manager PT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Lubuklinggau, Mustofa Bahri saat dikonfirmasi membenarkan robohnya GTT tersebut. Lambatnya penanganan terhadap robohnya GTT di Dusun IV Tebing Tinggi Desa Pauh I tersebut dijelaskannya, karena pihaknya juga baru mendapatkan informasi.

“Laporannya baru masuk. Hari ini (kemarin, red) petugas sudah menuju lokasi untuk penggantian, mohon doanya semoga lancar,” ungkapnya.

Dijelaskan Mustofa, GTT adalah trafo daya penurun tegangan listrik dari tegangan menengah ke tegangan rendah sebelum disalurkan ke konsumen.

“GTT ini salah satu komponen yang sangat penting, kalau terganggu maka penyaluran listrik ke rumah-rumah konsumen juga terganggu,” jelasnya.

Saat ini ditambahkannya, masih banyak pohon-pohon dari kebun milik masyarakat, yang berdekatan dengan jaringan listrik di sepanjang jalan. Sehingga ketika pohon itu roboh, menimpa kabel jaringan listrik dan membuat listrik menjadi padam. Karena itu Mustofa berharap, masyarakat mendukung dan bersedia pohon yang berdekatan dengan jaringan listrik untuk ditebang. (*)

Laporan : Fahmi jadidi

Komentar

Rekomendasi Berita