oleh

Golden Triangle, Menjawab Impian Warga Muba

PEMBANGUNAN infrastruktur secara masif dan merata terus digenjot Bupati Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex. Delapan bulan menjabat sebagai orang nomor wahid di bumi Serasan Sekate membuat mantan Ketua Delegasi RI Annual Parliamentary Hearing, United Nations pada 2013 ini bekerja ekstra membangun Muba.

Tak ingin berlama-lama, Dodi pun mencanangkan program pembangunan segitiga emas atau golden triangle yang digadang jadi poros
ekonomi baru Musi Banyuasin dan dibangun di wilayah tengah Muba.

Daerah tersebut meliputi Sekayu-Sukarami-Tanah Abang-SP Selabu-Dawas-Berlian Jaya (C2) dengan total keseluruhan 70.56 kilometer. Sekayu-Muara Teladan-SP Supat-Keluang-Talang Siku dengan total 65.58 km. Sekayu-SP Supat-KM 108 dengan total 49.98 km, dan Sekayu-Lais-Bonot- Babat Supat dengan total 12.12 km.

Dari segi tiga emas ini akan terbentang Jalur Trans Musi Banyuasin yang meliputi Jalan Negara (Bayung Lencir) – Tungkal Jaya – Simpang C2 Mekar Jadi – Dawas – Simpang Selabu – Saud – Tanah Abang – Simpang Sukarami – Jalan Negara menuju arah Sekayu – Jalan Provinsi (Jembatan JM) – Sindang Marga – Kabupaten PALI.

Jalan Trans Musi Banyuasin akan mengurangi beban lalu lintas Jambi – Bayung Lencir – Sungai Lilin – Betung – Palembang – Indralaya. Lantas dengan itu membuka akses ekonomi daerah hinterland Muba, menggerakkan pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah seluler yang dilalui jalan Trans Banyuasin.

Selain tentu saja menjadikan daerah yang dilalui Trans Musi Banyuasin sebagai kawasan zona industri berbasis hasil perkebunan dan pertambangan serta menumbuhkan potensi Sekayu sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan Kabupaten Musi Banyuasin sebagai kota metropolitan.

“Segitiga emas atau golden triangle menjawab impian warga Muba selama ini. Di mana akses jalan akan dihubungkan ke ibukota kecamatan dari dan menuju ibukota kabupaten. Tentu kalau ini terwujud, perekonomian warga Muba dapat berjalan lebih baik lagi,” ujar Dodi Reza Alex.

Untuk mewujudkan pembangunan golden triangle tentu bukan perkara mudah. Tak ingin berlarut dengan keterbatasan APBD, Presiden
Sriwijaya FC ini memutar otak dengan mencari dana tambahan ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dengan total anggaran yang disetujui sebesar Rp450 miliar. Bahkan, kegetolan Dodi untuk merealisasikan golden triangle mendapat dukungan dan apresiasi dari DPRD Muba.

Hal tersebut terjawab ketika Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pinjaman Daerah Musi Banyuasin secara resmi disahkan dan
ditandatangani oleh DPRD Muba menjadi Peraturan Daerah (Perda).

“Ini titik awal sejarah, kita kabupaten pertama yang mendapat persetujuan dari lembaga pinjaman keuangan BUMN untuk mendapatkan pinjaman guna percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Muba, dan semua rencana ini mendapat dukungan dari masyarakat dan support penuh dari pihak legislatif di Muba,” tuturnya.

Dijelaskan, dana pinjaman daerah Rp450 miliar itu nantinya akan difokuskan untuk percepatan pembangunan di kawasan pelosok yakni di
antaranya pembangunan jalan Tebing Bulang-Jirak, jembatan gantung, jembatan Lalan, dan pembangunan jalan lainnya yang mendesak. “Insya Allah daerah segitiga emas di Muba segera terwujud dengan percepatan infrastruktur ini ,” bebernya.

Dodi optimis dalam kurun waktu dua tahun percepatan pembangunan infrastruktur di Muba bisa dituntaskan. “Ini semua berkat kerja keras antara legislatif dan eksekutif untuk kebaikan dan kesejahteraan masyarakat Muba,” pungkasnya.adv

Komentar

Rekomendasi Berita