oleh

Gerakan Literasi Gambaran Masa Depan Bangsa

MEGANG SAKTI – Zaman sekarang minat membaca masyarakat sangat berkurang. Hal itu terjadi seiring pesatnya perkembangan teknologi. Tetapi ini justru menjadi tantangan perpustakaan.

Hal ini diungkapkan Kepala SMAN Megang Sakti, Hairul Aswar kepada Linggau Pos, Jumat (21/12).

“Di sekolahpun, kami berusaha terus menumbuhkan minat baca. Layanan untuk siswa di perpustakaan pun terus dibenahi. Bersyukur kemarin dapat Juara 3 Perpustakaan Terbaik dari Dinas Perpustakaan Kabupaten Musi Rawas (Mura). Makanya, sebisa mungkin dengan inovasi yang ada kami akan mengarahkan siswa agar tidak hanya minat membaca, tapi juga harus di implementasikan ilmu yang sudah dibaca,” jelas dia.

Bentuk implementasi ini, lanjut Hairul Aswar, bisa melalui karya-karya atau prestasi yang diraih. Bahkan bisa saja dengan berawal dari minat membaca selanjutnya akan mengarah pada proses penciptaan ide-ide kreatif guna ikut bersaing dalam era revolusi industri 4.0.

Bahkan, karena di SMAN Megang Sakti ada gerakan literasi, akan mudah terbentuk apabila kunjungan perpustakaan.

Hairul tak menampik, pembiasaan membaca di SMA sebenarnya merupakan lanjutan dari pembiasaan anak saat masih dini. Sebab, ia berkeyakinan, membiasakan kunjungan terhadap perpustakaan bisa mengembangkan potensi anak.

“Saya berkeyakinan, apabila minat membaca sudah bisa diterapkan, maka generasi-generasi cemerlang akan muncul, Mura dapat dengan mudah membentuk gerakan literasi. Yang mana gerakan literasi ini berdampak pada masa depan bangsa,” imbuhnya.(lik)

Rekomendasi Berita