oleh

Gelapkan Motor, Sangkut Divonis

LUBUKLINGGAU – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau memvonis Sangkut (45) warga Dusun I Desa Aringin Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Kamis (10/1), 2,8 tahun penjara.

Karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penggelapan satu unit sepeda motor Honda Revo Nomor Polisi (Nopol) BH 6442 QK milik Hidayat.

Putusan tersebut dibacakan Hakim Yopi Wijaya SH didampingi Hakim Anggota Dian Triastuti SH dan Siti Yuristya SH,MH serta Panitera Pengganti (PP) Marlinawati SH.

“Setelah mendengar keterangan saksi, dan mendengarkan keterangan terdakwa, secara sah dan meyakinkan terdakwa melanggar Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan. Menjatuhkan pidana selama dua tahun delapan bulan dengan dikurangi masa tahanan,” kata Yopi Wijaya.

Putusan majelis hakim ini lebih rendah dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), RV Latumenten SH selama tuga tahun penjara.

Adapun hal yang memberatkan terdakwa yakni, bahwa perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat, sedangkan hal yang meringankan, bahwa terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya.

Kemudian, terdakwa dan JPU sama – sama menerima putusan tersebut.

Sementara perkaranya hingga ia divonis seberat itu bermula, Sabtu, 6 Oktober 2018 sekitar pukul 07.00 WIB, Hidayat (korban) berangkat menuju ke sekolah di SMAN Karang Dapo dengan mengendarai sepeda motor Honda Revo Nopol BH 6442 QK.

Namun saat melintasi simpang Biaro Desa Karang Dapo Kecamatan Karang Dapo, diberhentikan oleh terdakwa. Lalu terdakwa meminjam sepeda motornya dengan alasan ingin membeli alat-alat sepeda motornya yang rusak.

Karena kenal, korban langsung meminjamkan sepeda motornya tersebut kepada terdakwa, lalu terdakwa lebih dulu mengatarkan korban ke sekolah dan setelah itu langsung membawa kabur sepeda motornya.

Oleh terdakwa sepeda motor korban digadaikannya kepada Ahad sebesar Rp1.800.000.

Mengetahui perbuatan terdakwa, korban langsung melaporkan peristiwa yang menimpanya ke Mapolsek Karang Dapo.

Akibat perbuatan terdakwa, korban mengalami kerugian sebesar Rp 7 Juta. (awj)

Rekomendasi Berita