oleh

Gelapkan Motor Divonis 26 Bulan

LUBUKLINGGAU – Joni Siregar (19) warga Desa Pantai Kerta Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) divonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Senin(17/12).

Sidang dipimpin hakim Andi Barkan SH,MH didampingi hakim Indra Lesmana SH dan Syahreza Papelma SH,MH, serta Panitera Pengganti (PP) Rahmad Wahyudi SH. Majelis hakim sepakat menjatuhkan pidana berdasarkan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan, selama dua tahun dua bulan (26 bulan).

Putusan majelis hakim tersebut lebih rendah dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Hasbi, yang menuntut dua tahun enam bulan.

Pertimbangan majelis hakim yang memberatkan, perbuatan terpidana meresahkan masyarakat dan terpidana pernah dihukum. Sedangkan hal yang meringankan, terpidana mengakui dan menyesali perbuatannya.

Sementara dakwaan JPU menyebutkan perbuatan terpidana ini bermula, Sabtu 18 Agustus 2018 sekitar pukul 15.30 WIB. Saat korban Yudi Apriansyah beserta istrinya Sri Utami mendatangi warungnya di Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara, dengan mengendarai sepeda motor Yamah Vixion.

Setelah sampai, korban dan istri melihat terpidana sedang duduk di depan warung, kemudian mereka berjabat tangan. Lalu korban pergi ke belakang, sedangkan terpidana berbincang dengan Sru Utami.

Lalu terpidana berkata, “Yu, dimano ngisi pulsa di sini”, dijawab oleh Sri Utami ”Di warung depan tunah ado yang jual pulsa”.

Dijawab oleh terpidana ”Di warung depan sudah kutanyo, tapi dak ado”. Kemudian terpidana meminjam sepeda motor milik korban dengan alasan ingin membeli pulsa. Kemudian Sri Utami meminjamkan sepeda motor milik korban kepada terpidana.

Tak lama, mertua korban menanyakan kepada Sri Utami ”Siapo yang minjam motor tadi”. Dijawab oleh Sri Utaami, ”Kawan Yudi”.

Setelah berkata kemudian, datang korban Yudi Apriansyah, lali Sri Utami berkata, ”Aak, motor dipinjam kawan kau tadi”, dan dijawab oleh korban ”Kawan yang mano”.

Kemudian dijawab lagi oleh Sri Utami, ”Yang duduk diwarung yang nyalami kau tadi”. Lalu dijawab oleh korban ”Ngapo dienjuk, aku dak kenal”. Merasa tertipu, korban langsung mencari terpidana, dan akhirnya terpidana ditangkap.

Dari pengakuan terpidana korban telah menggadaikan sepeda motor tersebut kepada Redi (DPO) dengan harga Rp4 Juta. Sementara, korban mengalami kerugian sebesar Rp13 Juta.(cw1)

Rekomendasi Berita