oleh

Gelapkan Mobil, Dituntut 4 Tahun Penjara

LUBUKLINGGAU – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ayu Soraya SH menuntut Amrullah Bayu warga Jalan Garuda Kelurahan Bandung Ujung, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, empat tahun penjara.

Menurut JPU, Amrullah Bayu terbukti melakukan tindak pidana penipuan terhadap Johan.

Tuntutan tersebut dibacakan JPU di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau yang dipimpin Hakim Hendri Agustian SH MH didampingi Hakim Anggota Ferdinaldo SH,MH dan Tatap Situngkir SH, serat Panitera Pengganti (PP) Harmen SH.

Menurut JPU, terdakwa melanggar Pasal 378 KUHP tentang penipuan, menuntut terdakwa selama empat tahun dengan dikurangi masa tahanan.

Sementara itu, terdakwa menanggapi tuntutan terdakwa dengan memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim dengan mengatakan, bahwa ia mengakui dan menyesali perbuatannya.

Kemudian, majelis hakim menunda sidang hingga Kamis, 4 Januari 2019.

Berdasarkan dakwaan JPU terungkap perbuatan terdakwa hingga ia dituntut seberat itu, Rabu 22 Agustus 2018 sekitar pukul 14.00 WIB, terdakwa bersama istrinya Nina Aminah datang ke rumah korban di Desa Kertosari Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Muratara dengan tujuan untuk meminjam mobil.

Saat sampai terdakwa mengatakan ”Aku minjam mobil dulu sekitar satu minggu, dari Senin sampai 28 Agustus 2018 agek aku balikin. Aku nak pertemuan dengan Dirjen dari Kemensos di Darmasraya dan Sengeti, dengan rombongan Bupati Muratara”.

Sedangkan terdakwa berjanji kepada korban akan membayar kredit mobil bulan itu. Berhubung terdakwa merupakan suami Nina. Sedangkan Nina merupakan adik angkat korban, karena itu korban percaya memberikan mobilnya kepada terdakwa.

Kemudian hari yang dijanjikan tiba, 28 Agustus 2018, korban menghubungi terdakwa melalui sambungan ponsel, saat itu terdakwa mengatakan ”Aku balik hari ini”. Selanjutnya korban menunggu, namun hingga malam hari terdakwa tidak juga tiba.

Lalu 29 Agustus 2018 korban bersama Minarsih berangkat menuju Lubuklinggau dengan tujuan menemui Nina.

Saat tiba di rumah Nina alangkah terkejutnya korban mendengar perkataan Nina. ”Kakak dak balik-balik, dio minggat bawa mobil kau, yang waktu itu kami pinjam, dio ngomong nak ngawani bupati ado acara dengan Dirjen Sosial, tapi sampek sekarang telepon atau SMS dak pernah aktif”.

Mendengar perkataan Nina, korban langsung melaporkan peristiwa yang menimpanya ke Polres Musi Rawas. Sedangkan akibat perbuatan terdakwa, korban mengalami kerugian sebesar Rp300 juta.(cw1)

Rekomendasi Berita