oleh

Gara-gara Menipu Aku Dipenjara

Semua mungkin sudah pernah mendengar beberapa cerita mengerikan seharusnya tidak dilakukan seorang muslim. Tapi kisah-kisah seperti itu seolah tidak ada habisnya.

Seperti kisah ini. Cerita menyediakan suami dipenjara meninggalkan hutang.

Sebut saja nama saya Putri (34). saya tinggal di Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Sebelumnya saya mempunyai suami yang baik, kebahagiaan dan satu orang putri yang cantik, namun tiba-tiba pada saat itu kami lagi berkumpul di rumah. Saya dikejutkan kedatangan anggota polisi mendatangi rumah keluarga kami dan menangkap suami saya dengan tuduhan penipuan.

Melihat apa yang terjadi sekarang, saya pun hilang kendali karena semua tumpuhan kami hanya dengan suami saya, tidak ada lagi yang mencari nafkah, membuat saya merasa terpukul apalagi saya harus menghidupi anak saya dengan sendirian.

Namun, setelah permasalahan ini saya harus banting tulang bekerja untuk membiayai rumah tangga dan pendidikan anak saya, menurut keterangan suami saya di penjara cukup lama. Saya bingung dengan keadaan dan cobaan yang menimpa kepada saya.

Hutang yang ditinggalkan membuat saya syok dan bingung luar biasa. Dia bahkan melakukan penipuan uang terhadap salah satu perusahaan tempat suami saya bekerja . suami saya selalu berkelit bahwa dia melakukannya untuk keluarga.

Saya tidak pernah menuntut suami saya, meskipun itu satu-satunya jalan untuk terbebas dari jeratan hutang. Saya tidak menuntutnya karena saya mempercayainya. Saya percaya semua yang dikatakannya. Penyangkalan memang menguatkan.

Kisah yang menguatkan saya. Di balik masalah yang dihadapi ini, obat terbesar yang bisa menyembuhkan sakit hati adalah pengampunan. (19)

Komentar

Rekomendasi Berita