oleh

Gara-Gara Kades Sungai Laru Negara Rugi Rp 183 Juta

LINGGAU POS ONLINE, LAHAT – Tersangka kasus dugaan penyimpangan realisasi Dana Desa Sungai Laru, Kecamatan Kikim Tengah, Lahat, akhirnya masuki tahap dua. Sekitar pukul 16.00 wib, Sarono, Kades Sungai Laru, dilimpahkan pihak Kejari Lahat ke Lapas Kelas II A Lahat.

“Tersangka kita titipkan ke Lapas kelas II Lahat, saat waktunya akan kita serahkan ke Pengadilan Tipikor Palembang,” ujar Kasi Pidsus Kejari Lahat, Rifqi Arialfha SH, MH, Selasa (27/3).

Sebelumnya, kasus ini mencuat saat adanya laporan masyarakat pada April 2017 lalu. Di mana tersangka diduga melakukan mark up dana pembangunan sumur bor, saluran pembuangan air limbah (SPAL), dan plat ducker realisasi dana desa (DD), tahun anggaran 2016.

“Hasil audit Inspektorat Lahat, kerugian negara mencapai Rp 183.553.185 juta. Sudah dikembalikan tersangka Rp 10 juta, dan disita sebagai barang bukti,” beber Rifqi, didampingi Teguh F Wahyudi.

Hasil perhitungan Inspektorat Lahat, Dana Desa yang ditransfer Pemkab Lahat sebelumnya Rp 637.611.000. Penarikan tunai oleh bendahara desa Rp 630 juta, pertanggung jawaban berdasarkan SPJ yang dibuat Rp 629.036.215. Sehingga terdapat ketekoran kas sebesar Rp 963.785.

Sedangkan realisasi pengeluaran belanja riil, yang dibayarkan berdasarkan audit Rp 446.446.815. Setelah dilakukan perhitungan, tercatat kerugian negara mencapai Rp 183.553.185.

“Kita ditunjuk untuk mendampingi. Bagaimanapun juga, klien kita punya hak untuk membela diri. Kita upayakan bisa bebas,” kata Kuasa Hukumnya Imam Rustandi, SH. (14)

Rekomendasi Berita