oleh

Gara-gara Jengkol, Bunuh Sepupu, Divonis 11 Tahun Penjara

LINGGAUPOS.CO.ID – Ketua Majelis Hakim Pengadian Negeri (PN) Lubuklinggau, Fedinaldo H Binodikum menjatuhkan vonis kepada terdakwa Husin Jaya (34) dengan 11 tahun penjara, dalam sidang Selasa (25/1/2021).

Vonis dari Majelis Hakim PN Lubuklinggau lebih rendah dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri dengan 14 tahun penjara.

Warga Kelurahan Mesat Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, itu disidangkan karena melakukan penganiayaan terhadap Untung (25) yang masih sepupu terdakwa. Akibatnya, Untung yang merupakan warga RT 4, Kelurahan Mesat Seni, Kecamatan Lubuklinggau Timur II ini meninggal dunia dengan beberapa luka bacokan.

Sidang melalui virtual Zoom dipimpin Ketua Majelis Hakim Fedinaldo H Binodikum dibantu Hakim Anggota Tatap Situngkir, dan Yopie Wijaya dengan Panitera Pengganti (PP) Armen. Sedangkan terdakwa Husin Jaya didampingi Penasihat Hukum Riki.

Dalam kesempatan itu, Ketua Majelis Hakim PN Lubuklinggau Fedinaldo H Binodikum membacakan vonisnya karena berdasarkan fakta-fakta, secara sah terdakwa melanggar Pasal 338 KUHPidana  tentang dengan sengaja merampas nyawa orang lain.

Menurutnya, yang memberatkan terdakwa menyebabkan korban meninggal dunia, dan korban meninggalkan seorang istri yang memiliki anak yang masih kecil. Sedangkan yang meringankan terdakwa, karena belum pernah dihukum dan terdakwa jujur dan sopan saat di pengadilan.

Mendengar vonis tersebut, saat ditanya Ketua Majelis Hakim dan Penasihat Hukum, terdakwa menerima. Pun dengan, JPU juga menerima. Sehingga Ketua Majelis Hakim langsung menutup sidang.

Terdakwa disidangkan atas peristiwa pembunuhan di Jalan Poros TMMD, RT 04, Kelurahan Mesat Seni, Senin 24 Agustus 2020 sekitar pukul 10.00 WIB.

Permasalahan antara terdakwa dan korban berawal dari selisih paham. Korban dianggap mengambil barang di kebun milik tersangka. Saat tersangka mengonfirmasi korban memang diduga ada pengambilan buah jengkol.

Lalu terdakwa menegur korban sehingga terjadi cekcok mulut, lalu terdakwa kalap mata sehingga ditebas oleh terdakwa sebanyak tiga kali, yakni kena bagian topi, kepala bagian belakang dan kepala bagian tengah. Selain mengamankan terdakwa, polisi juga mengamankan parang terdakwa, serta sandal, topi, jengkol, dan rambut milik korban sebagai barang bukti.(*)

*Sumber: Harian Pagi Linggau Pos

Rekomendasi Berita