oleh

Ganja 14 Kg Bikin Jali Menangis

LINGGAU POS ONLINE, SIDOREJO – Terdakwa perantara jual beli ganja kering seberat 14 Kilogram (Kg), Rojali alias Jali (32) menangis usai mendengarkan tuntutan penuntut umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau, Rudolf, Rabu (1/11).

Pasalnya, persidangan yang dipimpin majelis hakim Indra Lesmana didampingi Yopi Wijaya dan Dian Triastuti, warga Desa Batu Gane Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas, tidak menyangka bakal dituntut selama itu.

Bahkan, ketika Indra Lesmana menanyakan kepada Jali, apakah ada permintaan yang akan disampaikan. Di sini, Jali meminta agar majelis hakim mengurangkan hukumannya yang sudah dijatuhkan penuntut umum dalam surat tuntutan itu.

“Mohon yang mulia meringankan hukuman saya, karena saya masih banyak tanggungan yang mulia,” kata Jali.

Dirinya juga mengatakan terus terang, menyesali perbuatan yang sudah dilakukan, dan berjanji ketika keluar tidak akan mengulangi perbuatan yang sama.

“Saya menyesal yang mulia,” ungkapnya.

Tentu saja, permintaan dari terdakwa Jali bakal jadi pertimbangan majelis hakim untuk menjatuhkan putusan, mengingat Jali hanya jadi perantara jual beli. Tapi, banyaknya jumlah barang bukti yang sudah diamankan juga bakal jadi pertimbangan.

Sekedar mengingatkan, peristiwa yang membuat terdakwa hasru mendekam dipenjara bermula pada 28 Juli dirinya dapat informasi dari Pur (DPO) kalau ada orang yang mau membeli ganja. Dari hasil pembelian itu, masing-masing diantara mereka dapat uang Rp 100.000.

Dikarenakan sedang terlilit utang, maka Jali meminta kepada Pur nomor handphone orang yang akan membeli tersebut, di sini ia dapat penjelasan bahwa fee komisi untuk jual beli tersebut memang benar.

Sebenarnya ketika akan dilakukannya transaksi, si pemilik ganja inisial RS (DPO) tidak mau mengeluarkan ganja yang sudah dijanjikan. Namun, karena mengharapkan komisi dari jual beli itu, maka dirinya langsung marah kepada RS.

Bahkan, RS sudah pergi meninggalkan tempat akan dilakukannya transaksi. Tapi, oleh dirinya malah disusul di sini ia marah lagi dengan RS, karena telah ingkar janji.

Dikarenakan terus dipaksa, akhirnya RS mengeluarkan bungkusan ganja kering yang sudah disimpannya, selanjutnya bungkusan ganja itu langsung dibawa oleh Jali ke tempat si pembeli yang merupakan anggota Sat Res Narkoba Lubuklinggau.

Melihat barang sampai, polisi langsung menempelkan senjata api ke kepala terdakwa. Dikarenakan terkejut, maka ia langsung melakukan perlawanan. (11)

Komentar

Rekomendasi Berita