oleh

Gandeng Polisi Inggris Ungkap Plat Mobil Pelaku

Peletak Bom di Rumah Pimpinan KPK

JAKARTA– Tiga pekan telah berlalu, kasus teror bom molotov dan pipa yang menyasar rumah Ketua KPK Agus Raharjo dan Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif tak kunjung menemui titik terang. Meski, tim gabungan Polda Metro Jaya dan Markas Besar Polri telah mengambil sketsa wajah terduga pelaku termasuk rekaman CCTV, namunbelum ada petunjuk yang mengarah pada bukti baru.

Tak ingin terus berlarut, Mabes Polri akhirnya menggandeng Kepolisian Inggris. Metropolitan Police (Kepolisian Kota London) diminta bantuan untukmenganalisa rekaman CCTVyang menayangkan mobil terduga peletak bom.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, hasil video tengah dianalisis oleh Metropolitan Police di London. “Kami sudah menggandeng Metropolitan Police untuk membantu mengungkap dan menganalisa gambar dari CDR kamera CCTV,” kata Dedi di Mabes Polri, Senin (21/1).

Dedi menuturkan, selama proses analisa video masih berlangsung, polisi tak mau menebak-nebak sejumlah spekulasi yang beredar kini.”Kami belum berani membuat kesimpulan, tim penyidik masih bekerja,” ujar di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Senin (21/1).

Dedi mengatakan, inisiatif menggandeng Metropolitan Police karena Polri menemui berbagai kendala menganalisa plat mobil milik terduga pelaku pemboman. Tampilan gambar CCTV sulit dilihat karena pecah saat dibesarkan. Sebelumnya, tim mencurigai kendaraan itu terlihat dalam sebulan sebelum kejadian. Mobil itu kerap mondar-mandir dilokasi.”Nah, saat video CCTV kita pause kemudian di-zoom kami tak dapat melihat jelas pelat nomornya karena gambar yang dihasilkan pecah,” jelas Dedi.

Dedi mengatakan, kesulitan lainya adalah mengungkap sidik jari dari sisa bom molotov dan bom palsu. “Jadi sudah terlalu banyak pihak yang memegangnya, serta sempat disiram air untuk bom molotovnya. Kami tidak buru-buru harus yakin, harus tuntas dan clear,” ucap Dedi.

Sementara, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal menambahkan, proses penyelidikan kasus teror bom di kediaman pimpinan ketua KPK terus berlanjut. Bersamaan dengan penyelesaian kasus penyiraman air keras penyidik senior Novel Baswedan. “Kami terus bekerja, dan akan terus bekerja. Semangat kita semua sama ingin semua kasus bisa terungkap dengan cepat,” singkatnya.

Rabu (9/1) dua rumah pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo dan Laode M Syarif diteror bom. Rumah Ketua KPK Agus yang berada di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Kota Bekasi mendapat teror berupa benda mirip bom paralon yang disangkutkan ke pagar rumah pada pukul 05.30 WIB. Adapun, rumah Wakil Ketua KPK Laode yang berada di Jalan Kalibata Selatan, Jakarta Selatan dilempari dua bom molotov pada Rabu dini hari. (mhf/fin/tgr)

Rekomendasi Berita