oleh

Gali Potensi Siswa Bidang Jurnalistik

Pelajar SMA Xaverius Kunjungi Redaksi Linggau Pos

Kedatangan SMA Xaverius ke Graha Pena Linggau untuk menimba ilmu jurnalistik dengan Pemimpin Redaksi (Pemred) Linggau Pos, Budi Santoso.

Laporan Hendy Renaldy, Watervang

JUMAT (12/1), Guru Sejarah SMA Xaverius, Anista Sihotang mengajak peserta didiknya ke Graha Pena Linggau. Tepatnya di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Ia berupaya untuk mengasah potensi peserta didik dibidang jurnalistik, sekaligus meningkatkan minat baca.

“Ilmu jurnalistik ini penting. Dengan mencintai produk lokal, bisa memupuk jiwa nasionalisme dan memotivasi mereka menjadi orang-orang militan ke depan,” kata Anista Sihotang, saat dibincangi wartawan kemarin.

Menurutnya, mencintai bangsa Indonesia tidak terpengaruh oleh budaya luar tapi mereka lebih memiliki jiwa generasi yang lebih condong ke Indonesia.

“Kalau mata pelajaran jurnalistik di sekolah memang belum ada. Tetapi untuk kegiatan ekstra khususnya anggota OSIS sudah ada. Seperti saat ada kegiatan Bulan Bahasa, diadakan lomba membaca berita, membuat puisi, Cerpen serta karya tulis lainnya. Ini juga melatih insting jurnalistik anak,” tutur Anista.

Dengan kunjungan tersebut, ia berharap siswa-siswinya memahami apa sesungguhnya yang disebut dengan berita, wartawan serta kode etik wartawan. Mereka juga akan memahami syarat-sayarat menulis berita yang selama ini mungkin belum mereka pahami.

Dengan adanya kunjungan kemarin, Pemred Linggau Pos, Budi Santoso mengharapkan, pelatihan jurnalistik yang dilaksanakan dengan sangat singkat itu, bisa melatih keterampilan siswa-siswi untuk juga piawai menjalani tugas jurnalistik. Mereka juga jadi tahu, bagaimana sesungguhnya sosok wartawan profesional itu.

Selain tentang jurnalistik, Budi Santoso juga berbagi ilmu tentang lembaga penerbitan yang menuangi para jurnalis dalam menunaikan tugas jurnalistiknya. Atau lebih karib disebut dengan perusahaan pers.

Sebagaimana dalam prasyarat, perusahaan pers itu harus berbadan hukum Indonesia yang menyelenggarakan usaha pers meliputi perusahaan media cetak, media elektronik dan kantor berita.

“Sedangkan wartawan orang yang secara teratur dan terus menerus melaksanakan kegiatan jurnalistik (mentaati kode etik jurnalistik), kemudian jurnalistik kegiatan mencari, memperoleh, menyimpan, mengelola dan menyampaikan informasi,” jelas Pemred.

Tak lupa, rumusan untuk menulis berita yang kerap dikenal dengan istilah dasar 5W+1H adalah What, When, Where, Why, Who dan How juga dijabarkan dengan gamblang.

“Berita itu harus fakta benar, maksudnya mempunyai sumber yang bisa dipercaya, bukan yang tidak mempunyai sumber artinya bukan berita yang benar atau bisa dikatakan hoax,” ucap Budi.

Siswa-siswi juga diajak langsung ke dapur redaksi Linggau Pos, meliputi ruang redaksi, mulai meeting room, sampai pada ruang para wartawan mengelola berita. Sampai pada ruang pracetak tempat berita dilayout menggunakan program in design.(*)

Komentar

Rekomendasi Berita