oleh

Gali Potensi Daerah, Bentuk Pokdarwis

LINGGAUPOS.CO.ID – Camat Talang Padang membentuk Kelompok Pemuda Sadar Wisata (Pokdarwis), yang melibatkan tarang karuna, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat.

Dengan dibentuknya Pokdarwis ini diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam pengembangan wisata di tiap desa dan memberikan peningkatan di Kecamatan Talang Padang.

“Kami sangat menaruh harapan besar setelah terbentuknya pokdarwis bisa membawa angin segar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan untuk datang ke desa-desa di Kecamatan Talang badang  khususnya di desa ulak dabuk,” harap Camat Talang Padang Sofian, Jumat (19/2/2021).

Menurutnya, Desa Ulak Dabuk yang merupakan desa yang letaknya sangat strategis di Kecamatan Talang Padang ini memiliki potensi wisata yang cukup baik untuk dikelola dan dikembangkan. “Jadi, kita hanya butuh memoles sedikit saja tempat wisata kita ini,” jelasnya.

Dirinya berharap agar pokdarwis bisa loyalitas tinggi dan menjaga solidaritas sesama anggota. “Jangan sampai ada perselisihan yang membawa dampak buruk terhadap kemajuan wisata desa kita,”pintanya.

Sementara itu, ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Empat Lawang, H Amran Rosadi ZA, menyambut baik dan sangat mendukung penuh dengan terbentuknya anggota pokdarwis ini.

“Namun dengan terbentuknya Pokdarwis ini, tetap kita garis bawahi peningkatan keamanan mengingat di setiap obyek wisata tidak menutup kemungkinan adanya tindak kriminal dan juga identik tempat maksiat perzinahan, maka masalah ini harus kita fikirkan betul-betul,” pungkasnya.

Sisi lain, Pengurus Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Empat Lawang, Agus Subhan Bakin, memberikan mendukung penuh untuk mendorong kegiatan pemuda akan sadar potensi daerah yang dapat memulihkan perekonomian dimasa pandemi saat ini.

“Kami sangat apresiasi semangat dari Pak Camat, untuk menggerakkan Pemuda untuk menggali potensi Daerah dan mendukung penuh apa yang dilakukan tersebut, Karena kalo pemuda bergerak duniapun diguncang. Dan Kegiatan tersebut juga salah satu Pemulihan Ekonomi, dimasa kritis karena dampak dari pandemi Covid-19,” katanya.(*)

Rekomendasi Berita