oleh

Gakkumdu Belum Terbentuk

LINGGAU POS ONLINE, LAHAT – Dua pekan jelang penetapan Pasangan Calon (Paslon) Bupati/Wakil Bupati (Wabup) Lahat periode 2018-2023, tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) belum dibentuk. Demikian diungkapkan Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Lahat, Sepsadata Andrian.

“Lagi diproses,” singkat Sepsata, dikonfirmasi via seluler, Selasa (30/1).

Terpisah, Komisioner Panwaslu Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Andra Juarsyah menambahkan, pada dasarnya pembentukan Gakkumdu sudah siap. Di mana, masing-masing institusi yang terlibat, baik itu Polres maupun Kajari, sudah menyodorkan nama-nama yang akan dimasukkan dalam tim ini.

“Ada sekitar 15 orang. Empat dari Polres, empat dari Kajari, sisanya dari Panwaslu,” rinci Andra.

Hanya saja sejauh ini, sambung Andra, masing-masing personil yang bakal tergabung dalam Gakkumdu belum menggelar pertemuan secara terpadu guna menyamakan persepsi dalam rangka pengawasan dan penanganan tindk pidana Pilkada mendatang.

“Mungkin Februari ini, saya kira ada semacam launching nantinya”, imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Selatan (Sumsel), Ali Mukartono menegaskan kesiapan pihaknya, dalam hal ini Kejaksaan Negeri (Kajari) Lahat dalam tim Gakkumdu.

“Saya sudah dapat surat tembusan dari Kajari. Ada empat Jaksa yang ditunjuk bergabung dalam Gakkumdu ini,” sampai Ali dalam kunjungan kerjanya, didampingi Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Lahat, Helmi.

Pria yang sudah tiga tahun menjabat Kajati Sumsel ini menekankan jajaran Kajari Lahat, khususnya bidang Intelijen dan Pidum untuk lebih siap dalam menghadapi Pilkada mendatang.

“Intelijen saya tekankan kesiapannya untuk memantau potensi-potensi besar yang ada seraya berkoordinasi dengan intelijen lainnya yang ada di Kabupaten Lahat. Kemudian juga secara khusus, jajaran Pidum juga harus cermat menguasai UU (Undang-undang, red) tentang penyelenggaraan Pilkada,” paparnya. (02)

Komentar

Rekomendasi Berita