oleh

Gaji Tukang Belum Dibayar Rp 180 Juta

Pekerja Jembatan Tingkip, Marwoto
“Aku bersama istri sampai sekarang dak balik ke Lampung, karena gaji aku termasuk 25 pekerja lain belum dibayar oleh pemborong, kalau ditotal semuanya Rp 180 juta…”

LINGGAU POS ONLINE, RANTAU KADAM – Miris melihat kondisi jembatan Sungai Tingkip, Dusun XI, Desa Rantau Kadam, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Baru 36 hari atau satu bulan lebih diserahterimakan oleh pihak pelaksana ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR), tapi sudah rusak. Bahkan, sejumlah tukang ancam portal jembatan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi kerangka besi lantai jembatan sudah keluar. Begitu juga dasar jembatan batu-batunya sudah nampak. Parahnya lagi dinding penahanan di sisi sebelah kanan jembatan sudah retak tiga.

Tidak sebatas itu saja, berdasarkan penyampaian salah satu pekerja, Marwoto yang saat ini masih tinggal di sana, mengeluh lantaran gaji dirinya bersama puluhan pekerja lainnya, baik dari daerah luar maupun dari desa setempat belum dibayarkan oleh pihak pemborong.

“Aku bersama istri sampai sekarang dak balik ke Lampung, karena gaji aku termasuk 25 pekerja lain belum dibayar oleh pemborong, kalau ditotal semuanya Rp 180 juta,” kata Marwoto yang sudah bekerja sejak puasa hari ketiga tahun 2017 lalu.

Lebih lanjut, Marwoto menambahkan, sampai sekarang tidak ada kejelasan dari pihak pemborong. Bahkan kepala tukang lagi ke Palembang untuk menemui pemborong. Tapi belum juga ketemu.

“Aku ni sudah dak tahan lagi pak, di sini hutang makan sudah banyak, karena gaji kami belum dibayar. Kalau dalam waktu dekat ini dak jugo kate kejelasan untuk melunasi, kami tutup jembatan ini,” tegasnya.

Begitu juga Kadus XI, Susianto Meraso yang menjadi korban atas kerugian sebesar Rp 22 juta yang merupakan hutang para tukang selama pembangunan jembatan.

“Kami juga jadi korban, selamo pengerjaan jembatan, hutang makan samo rokok tukang sudah Rp 22 jutaan. Sampai sekarang dak ado kejelasan. Jadi kalau dak jugo ado itikad baik pihak pemborong, nak kami portal jembatan ini,” sebutnya. (12)

Rekomendasi Berita