oleh

Gaji Tak Sesuai, Honorer K2 Berharap Langsung Diterima PPPK atau CPNS

LINGGAUPOS.CO.ID – Para honorer maupun honorer kategori dua (K2), menaruh harapan besar pada momen penerimaan calon apartur sipil negara (CASN) tahun 2021 ini.

Mereka berharap setelah puluhan tahun mengabdi, diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Salah satunya honorer K2 dari Kota Lubuklinggau ini. Namanya Jaka Sanjaya. Usianya sudah 37 tahun. Sudah mengabdi menjadi guru honorer di SDN 52 Kota Lubuklinggau, sejak 2005. Tahun ini genap 16 tahun dia menjadi tenaga pendidik.

Gajinya saat ini jauh dari kata layak. Hanya Rp 500 ribu per bulan. “Gaji segitu mana cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” cetusnya.

Apalagi dia punya dua anak, semua usia sekolah. Satunya kelas VI, satunya lagi kelas VII. Sedangkan kebutuhan anak sekolah harua tersedia saat diminta.

“Gaji kami, lebih kecik dari gaji kuli pasar ataupun kuli bangunan,” katanya lagi.

Meski belum juga sejahtera, Jaka tetap ikhlas mengabdi, untuk mencerdaskan anak bangsa.

Guna memenuhi kebutuhan sehari-hari dia harus kerja sambilan. Dia mengaku sejak 2019 lalu mulai berjualan obat-obat herbal. Waktu luang sepulang mengajar dia gunakan untuk berjualan kemana- kemari. Termasuk membuka lapak dipinggir jalan, di titik ramai masyarakat.

Dari kerja sampingan itu, dia mengantungkan rezeki yang halal. Berharap kebutuhan sehari-sehari dapat terpenuhi.

Meski penerimaan CPNS dan PPPK tahun ini dibuka. Namun dirasakannya belum berpihak pada para honorer K2. Itu karena masih sistem test. Mereka masih khawatir tidak lulus.

Dia pun tidak setuju jika penerimaan PPPK bagi honorer K2 masih melalui tes. Sebab rata-rata K2 sudah berumur, sehingga memiliki keterbatasan bidang teknologi informasi (IT).

“Bahkan ada honorer yang pekerjaan tidak berhadapan dengan IT atau Laptop. Misalnya honorer K2 bagian sapu jalan, petugas kebersihan dan sebagainya,” ungkap dia.

Sehingga Koordinator Honorer K2 Kota Lubuklinggau ini sangat berharap kalau bisa honorer K2 langsung saja diangkat PPPK atau CPNS. Kalaupun harus tes dia berharap pemerintah Kota Lubuklinggau, melalui pihak BKPSDM mengadakan semacam sosialisasi, terkait tes PPPK.

“Jika perlu ada pelatihan tes CAST agar teman-teman honorer K2 tidak tertinggal,” katanya.

Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya benar-benar memperhatikan nasib para honorer, baik sisa honorer K2 maupun honorer lainnya.

Di Lubuklinggau, lanjutnya, saat ini sisa honorer K2 sebanyak 175 orang. Penerimaan PPPK periode pertama lalu di Lubuklinggau salah satu daerah yang tidak ada penerimaan.

“Apa salahnya menuntaskan persoalan honorer K2, yang hanya segelintir ini. Jadi sisa usia mereka digaji selayaknya. Karena honorer juga berjasa, sudah lama mengabdi,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, para honorer K2 di Lubuklinggau ini berharap pemerintah Kota Lubuklinggau segera merealisasikan janji akan memberikan gaji setara upah minimum (UMK).

“Karena gaji setara UMK adalah poin penting yang dijanjikan oleh pak wali kepda kami dulu,” ucapnya lagi.(*)

Rekomendasi Berita