oleh

Fraksi PKS Soroti Maraknya Penyalahgunaan Narkoba

Supandi: Butuh Perda Pemberantasan Narkoba

LINGGAU POS ONLINE, MUARA BELITI – Penyalahgunaan Narkoba dan pesta malam, menjadi sorotan fraksi PKS DPRD Kabupaten Musi Rawas (Mura). Hal ini diakui anggota fraksi PKS DPRD Kabupaten Mura, Supandi lantaran banyaknya penangkapan pengguna maupun pengedar narkoba di Kabupaten Mura.

Apalagi melihat dari tayangan televisi, secara nasional peredaran narkoba di Indonesia sudah masuk kategori darurat. Penangkapan bandar narkoba semakin banyak, dengan jumlah yang tidak sedikit bahkan sampai ratusan kilogram. Bahkan informasi yang ia dapat dari BNK Kabupaten Mura, banyak penangkapan pengguna maupun pengedar narkoba di Kabupaten Mura yang mengindikasikan sudah banyak peredaran narkoba di Wilayah Mura.

Supandi menegaskan, pihaknya khawatir peredaran Narkoba akan semakin merajalela di wilayah Mura, kalau tidak segera dilakukan antisipasi. Bila perlu, segera buatkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemberantasan Narkoba di wilayah Kabupaten Mura.

“Meskipun belum krusial, seperti yang terjadi secara nasional, namun antisipasi harus tetap dilakukan. Tidak ada salahnya, kita awali dengan mencoba menyusun Raperda tentang Pemberantasan Narkoba, sebelum generasi muda kita hancur, gara-gara Narkoba,” kata Supandi, dengan nada prihatin.

Bentuk keprihatinan terhadap peredaran Narkoba dilanjutkan Supandi, arus menjadi perhatian semua pihak. Akan lebih baik mencegah sebelum merajalela, dibandingkan memberantasnya ketika sudah beredar hingga ke desa-desa.

Fraksi PKS juga menyoroti masih adanya pesta malam, yang dilakukan masyarakat Kabupaten Mura. Ada kekhawatiran pesta malam menjadi sarana peredaran Narkoba. Sudah saatnya pesta malam harus dihentikan.

Ketua Bapemperda DPRD Kabupaten Mura ini berharap, kekhawatiran yang dirasakannya menjadi perhatian eksekutif, BNK Kabupaten Mura dan pihak kepolisian. Aturan mengenai penyalahgunaan Narkoba betul-betul dimaksimalkan penerapannya, sehingga peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Mura bisa berkurang, dan bisa menjadi efek jera baik bagi pengguna maupun pengedar narkoba.

Lalu kepada orang tua, untuk lebih menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anak sebagai bekal meskipun tidak menjadi jaminan ketika paham agama, bisa membuat anak-anak terhindar narkoba.

Kepala BNNK Kabupaten Mura, Hendra Amor sepakat dengan Fraksi PKS DPRD yang menyatakan peredaran narkoba di Kabupaten Mura sudah harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata. Salah satunya segera merumuskan Raperda tentang Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Ini bisa menjadi bentuk komitmen pemerintah dan DPRD, untuk memerangi narkoba.

“Data penangkapan yang kita lakukan di 2018 sudah ada satu jaringan, dengan Barang Bukti 3 Kg Sabu dan 500 pil ekstasi serta dua Laporan Kasus Narkoba (LKN),” ungkap Hendra Amor.

Ia menegaskan, untuk jaringan berdasarkan pengembangan kasus tersebut masih banyak jaringan-jaringan lain, di wilayah Kabupaten Mura. Ini harus menjadi perhatian semua pihak. Masalah jaringan peredaran narkoba menjadi fokus BNN, selain pelaku penyalahgunaan narkoba lainnya seperi pengguna, pengedar maupun bandar.

Pihaknya ingin saran fraksi PKS DPRD Kabupaten Mura segera ditindaklanjuti, dan menjadi contoh untuk fraksi DPRD lain. Artinya, fraksi PKS betul-betul paham dengan kondisi masyarakat sekarang.

Menurut Hendra Amoer, perlu didorong dengan perda inisiatif, sehingga DPRD segera merumuskan dan mengusulkan Raperda tersebut. Artinya sudah ada satu aksi nyata, yang dilakukan Pemda Mura untuk memerangi narkoba

Bupati Mura, H Hendra Gunawan menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan BNK mengenai antisipasi penyalahgunaan narkoba. Karena permasalahan ini, juga menjadi perhatian mereka.

Menurut Bupati Mura, untuk pesta malam juga sudah ada kesepakatan dengan pihak kepolisian, untuk tegas melarang pesta malam. Tujuannya, agar tidak menjadi tempat peredaran narkoba.(13)

Rekomendasi Berita