oleh

Fraksi PKB Usulkan Perwal Pembelian Lem Aibon

LINGGAU POS ONLINE, MAJAPAHIT – Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Lubuklinggau, Raden Syalendra soroti maraknya Anak Jalanan (Anjal) yang menghisap lem Aibon saat ini. Bahkan ia mendesak eksekutif, untuk segera mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwal) tentang Batasan Penjualan Lem Aibon.

Hal ini disampaikan Raden, sapaan akrabnya ini saat menyampaikan pemandangan umum fraksi PKB terhadap penyampaian Raperda APBD-P Kota Lubuklingga tahun 2018, di ruang rapat paripurna DPRD Kelurahan Majapahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Politisi PKB ini dibincangi usai rapat mengaku, sudah mengusulkan pembentukan Perwal yang mengatur mengenai penjualan lem Aibon sejak tahun 2011. Sayangnya, sampai saat ini usulannya tersebut belum dilaksanakan pihak eksekutif.

Sementara Anjal yang kecanduan lem Aibon semakin marak. Bisa dilihat di beberapa titik, seperti di tugu pahlawan terminal atas, maupun di Pasar Inpres. Hal ini diakui Raden, sudah sangat memprihatinkan dan butuh perhatian segera dari pemerintah.

“Makanya meskipun kesannya sudah berkali-kali, karena ini tugas kita kami (Fraksi PKB, red) tidak akan bosan mengusulkannya kembali ke eksekutif,” tegas Raden.

Dalam Perwal tersebut, ia minta eksekutif berikan batasan bagi pembeli lem Aibon.

“Bisa dengan syarat, bagi yang ingin membeli lem Aibon harus memiliki KTP. Atau batasan lainnya, agar Anjal tidak mudah mendapatkan lem tersebut. Kalau sekarang wajar marak, selain murah, mereka juga mudah mendapatkan lem,” jelasnya.

Ia berharap OPD terkait, Yakni Dinas Sosial (Dinsos) segera mendata berapa Anjal yang tercandu lem Aibon. Mengingat mereka juga warga Kota Lubuklinggau, yang wajib diperhatikan.

“Kalau memang anak tersebut warga Kota Lubuklinggau, kembalikan ke habitatnya yakni ke sekolah. Kerja sama dengan Dinas Pendidikan agar mereka bisa tetap sekolah. Kalau memang bukan warga kita, ya pulangkan ke daerahnya,” lanjutnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lubuklinggau, H Rahman Sani menegaskan kalau saran tersebut akan segera mereka tindak lanjuti. (13)

Rekomendasi Berita