oleh

Fokus Bina Akhlak Anak

LINGGAU POS ONLINE, SURO – Dalam rangka membina dan mengembangkan minat dan bakat murid. SD Muhammadiyah Suro menggiatkan program ekstrakulikuler di sekolah. Khususnya dalam bidang olahraga prestasi.

Hal ini disampaikan Kepala SD Muhammadiyah Suro, Hairul Saputra, Jumat (9/2).

Seperti beberapa waktu ini, salah seorang muridnya berhasil meraih Juara 3 Cabang Olahraga Renang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kecamatan Muara Beliti, 31 Januari 2018.

“Kedepannya kita akan tingkatkan terus kegiatan ekstrakulikuler sekolah, seperti pramuka yang rutin dilaksanakan setiap Sabtu dan ekstrakulikuler olahraga futsal dan badminton yang sedang aktif-aktifnya saat ini,” ungkapnya.

Tidak hanya itu saja, pria kelahiran 27 November 1988 ini selama memimpin SD Muhammadiyah Suro juga memiliki program unggulan dalam peningkatan iman dan taqwa (Imtaq) murid-muridnya yang berjumlah 137 peserta didik tersebut.

“Karena kami Muhammadiyah, jadi pembinaan agama diprioritaskan. Selain anak-anak memperingati hari besar agama Islam, belajar Akidah akhlak, Fiqih, bahasa Arab dan lainnya. Anak-anak juga kami rutinkan setiap hari untuk melaksanakan Salat Dhuha untuk murid kelas empat, lima dan enam. Sedangkan murid kelas kecil diharuskan hafalan surah pendek dan dibacakan setiap pagi. Dan Insya Allah kedepannya kita akan meningkatkan program pembinaan keagamaan kita akan gelar rutin baca Yasin bersama dan tausiyah agama,” jelas Hairul yang memulai karier di pendidikan sejak tahun 2007 ini.

Pria yang aktif dalam organisasi kepemudaan Muhammadiyah ini juga sejak memimpin tahun 2014 lalu sudah secara bertahap melakukan perbaikan dan pembangunan sekolah, diantaranya membangun 1 ruang perpustakaan dan dua Ruang Kelas Belajar (RKB).

Dan rencananya pada Tahun 2018 ini, beliau akan mengarahkan dana BOS untuk pembangunan pagar belakang sekolah dan melengkapi perlengkapan administrasi sekolah.

Tak lupa, SD dengan jumlah 137 murid dengan jumlah guru dan staf 9 orang yang kesemuanya honorer ini berharap kepada pemerintah daerah kedepannya agar lebih memperhatikan kesejahteraan guru honor yang sudah mengabdi lebih dari 10 tahun.

“Karena untuk guru honorer masih dikatakan jauh dari layak. Dan kami juga berharap pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan sekolah swasta yang masih memakai KTSP dan akan dialihkan ke Kurikulum 2013. Sebab adanya keterbatasan dana di masing-masing sekolah, dan anggaran dana BOS di swasta porsinya lebih banyak untuk membayar honor guru,” harapnya. (AE02)

Rekomendasi Berita