oleh

FKTP Muratara Siap Laksanakan Program KBPKP

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Mengoptimalkan fungsi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti Puskesmas, Dokter Keluarga dan Klinik, BPJS Kesehatan melakukan Peer Review dalam Focus Group Discusion (FGD) Diagnosa Non Spesialistik.

Hal ini disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lubuklinggau Eka Susilamijaya, Senin (3/9).

Peer Review ini, jelas Eka, merupakan proses penilaian yang dilakukan oleh para ahli dan pemangku kepentingan terhadap diagnosa penyakit non spesialistik yang mampu ditangani dengan tuntas oleh dokter di FKTP.

Diagnosa non spesialistik tersebut mengacu pada diagnosa penyakit yang ditetapkan oleh Standar Kompetensi Dokter lndonesia yang harus ditangani tuntas yang termasuk dalam tingkat kemampuan 44 A dokter umum. Sehingga dapat memberikan gambaran pemetaan kemampuan FKTP dalam penatalaksanaan diagnosa non spesialistik.

Tim penilai, terang Eka, juga melakukan monitoring dan evaluasi kemampuan FKTP dalam penatalaksanaan diagnosa non spesialistik secara berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan FKTP berkomitmen untuk melaksanakan program Kapitasi Berbasis Pemenuhan Komitmen Pelayanan (KBPKP).

Acara tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dr Marhendra Putra, seluruh Kepala Puskesmas di Muratara serta Dokter Praktik Perorangan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

“Melalui kegiatan ini diharapkan masing-masing FKTP dapat menjalankan program program kapitasi berbasis pemenuhan komitmen pelayanan. Seperti pelaksaan kegiatan promotif preventif yaitu program prolanis, melakukan pengisian dan update data FKTP pada aplikasi HFIS, Melaksanakan Walk Through Audit (WTA) dan melaporkan ke BPJS Kesehatan dan tentunya masing-masing FKTP dapat berkompetisi secara sehat dan baik,” harap dr Marhendra.

Pertemuan tersebut ditutup dengan penandatangan Komitmen antara Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lubuklinggau dan Kepala Dinkes Kabupaten Muratara. Komitmen itu memuat kesediaan FKTP untuk melakukan pengisian dan update data FKTP pada aplikasi HFI, melaksanakan WTA dan melaporkan kepada BPJS Kesehatan paling lambat tanggal 5 bulan berikutnya.

Dengan ditandatanganinya komitmen tersebut, diharapkan agar masing-masing FKTP menjalankan program yang telah ditentukan dengan tetap memastikan kualitas pelaksanaan kegiatan baik pemberian pelayanan kesehatan, kegiatan promotif dan preventif ataupun pengolahan data serta pelaporan.(rls/lik)

Rekomendasi Berita