oleh

Finish 8 Besar Nasional

Sore Ini Perimura Vs Persidrap Sulsel di Liga3

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Perjalanan Srikandi Mura dalam Piala Pertiwi yang merupakan tes event Asean Games 2018 di Palembang berakhir manis.

Walaupun belum bisa menjadi kampium, namun dalam keikutsertaan perdana mewakili Sumsel, PSW Persimura finish delapan besar nasional.

Sementara itu di lanjutan putaran final Liga3, Persimura Senior akan menghadapi Persidrap Sulsel sore ini di babak knock off 16 besar nasional di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, Jateng sore ini (11/12).

PSW Persimura harus mengakhiri perjuangannya di putaran delapan besar nasional setelah dikalahkan PSW Kalimantan Barat (Kalbar) 0-1.

Dalam pertandingan di Stadion Bumi Sriwijaya Palembang Sabtu (9/12) yang disaksikan langsung Bupati Mura H Hendra Gunawan, tim besutan duet coach Feri dan Rian Zulhaji itu kurang dinaungi dewi fortuna.

Menguasai jalannya pertandingan bahkan unggul dalam penguasaan bola Persimura malam kebobolan di menit ke-30 melalui tendangan bebas.

Praktis Tim Lawan (PSW Kalbar) tidak bermain menyerang dan hanya mengandalkan bertahan. Kepemimpinan wasit yang dianggap kurang tegas juga jadi pemicunya.

Di mana banyak pelanggaran yang dilakukan permainan Kalbar namun tidak diganjar kartu, termasuk ketika penyerang PSW Persimura yang sudah lepas dari pengawalan dan mendapatkan takling dari belakang juga dianggap pelanggaran biasa oleh wasit.

“Lihat saja kepemimpinan wasit, kerja keras para pemain serasa dirampas. Anak-anak bermain sangat luar biasa, namun kepemimpinan wasit perlu dipertanyakan. Bahkan kita seharusnya mendapatkan penalti namun nyatanya tidak,” kata Coach Rian Zulhaji.

Walau gagal di babak delapan besar nasional Bupati Mura H Hendra Gunawan tetap memberikan apresiasi tinggi pada pemain, pelatih dan official PSW Persimura.

Karena bisa mewakili Sumsel dan melangkah hingga delapan besar nasional merupakan pencapaian yang luar biasa. Intinya Bupati H Hendra Gunawan bangga atas perjuangan tim sepakbola putri Mura yang sampai detik terakhir masih memberikan perlawanan terbaik.

“Perjuangan luar biasa di mana tanpa mengenal lelah berjuang demi nama daerah. Namun sepertinya keberuntungan belum berpihak. Memang bola bundar, dan hasilnya terkadang belum sesuai seperti yang kita harapkan,” ungkap Bupati.

Ditambahkannya, pencapaian sepakbola wanita Mura telah menorehkan sejarah dan dengan tinta emas tercatat dalam sejarah dimana PSW Persimura masuk 8 besar di Indonesia.

“Terima kasih atas cucuran keringat anak-anakku, jangan putus asa, kita persiapkan lebih baik lagi kedepan untuk menjadi yang terbaik di persada nusantara. Untuk menjadi yang Tersempurna di kancah persepakbolaan wanita Indonesia. Mimpi dan cita-cita saya dan rakyat Mura sudah mulai terwujud,” ungkapnya.

Sementara itu, setelah mengakhiri laga dengan kemenangan 4-1 atas Bangka Selection dan lolos babak 16 besar nasional dengan predikat juara Group H, hari ini Persimura Senior memulai putaran final babak 16 besar yang sudah menggunakan sistem gugur.

Di babak 16 besar nasional sore ini Persimura akan menghadapi runner up Group H Persidraf Sulawesi Selatan (Sulsel). Pertandingan dengan sistem knock out itu akan dilaksanakan Sore ini(11/12) kick off pukul 15.00 WIB di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, Jawa Tengah.

Tim yang dimanageri dr Vidro Gunawan itu dalam kondisi bagus. Menurut Coach Jarot pemainnya sudah sangat siap. Terlebih masa recovery pemain cukup lama setelah di pertandingan akhir lalu dirinya melakukan rotasi pemain.

“Kita bermain lebih menyerang dengan skema 4-3-2-1 dan mencoba mencari gol cepat agar bisa mendikte pertandingan,” ungkap Coach Jarot. (ME)

Komentar

Rekomendasi Berita