oleh

Fingerprint Tak Mau, Gaji Dipotong Ngamuk-ngamuk

LINGGAU POS ONLINE – Seorang petugas keamanan kebun di PT Agro Kati Lama (AKL) diamankan di Polsek Muara Beliti. Pasalnya ia menyerang petugas kemanan lainnya, Sabtu (7/9/2019) sekitar pukul 08.50 WIB di Pos Keamanan PT AKL Desa Durian Remuk Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas.

Tersangka Risandi Depri alias Devin (35) warga Desa Simpang Gegas Temuan Kecamatan TP Kepungut Kabupaten Musi Rawas. Devin diserahkan keluarganya menyerahkan diri ke Polsek Muara Beliti, Senin (9/9/2019) sekitar pukul 13.00 WIB.

Korban penganiayaan adalah Candra Syafiadi (29) warga Mess Karyawan PT AKL Desa Durian Remuk Kecamatan Muara Beliti.

Kapolres Musi Rawas AKBP Suhendro melalui Kapolsek Muara Beliti AKP Al Busro menjelaskan, penganiayaan tersebut dipicu persoalan absen fingerprint. “Tersangka diinstruksikan agar absen fingerprint, namun tidak mengindahkan,” kata Kapolsek.

Karena tersangka Devin tidak mengindahkan absen, akhirnya gajinya dipotong oleh pihak manajemen. “Tersangka tidak terima gajinya dipotong, makanya datang marah-marah ke pos satpam,” tambah mantan Kasat Bimnas Polres Musi Rawas ini.

Tersangka ditambahkan, kapolsek datang mengendarai sepeda motor langsung menabrak portal. Kemudian marah-marah. “Sepeda motornya rusak, ia marah minta ganti. Kemudian meninju korban yang ada di pos,” kapolsek menjelaskan.

Bukan itu saja, Devin mencabut pisau dan menyerang korban  Candra Syafiadi. Sontak Candra Syafiadi berlari menyelamatkan diri. “Tersangka sempat dihalangi oleh saksi Irwandi, Feri dan Renki, sehingga akhirnya menerobos masuk ke kantor AKL,” kata Al Busro.

Tidak terima perbuatan tersangka, Candra Syafiadi melapor ke Polsek Muara Beliti. “Tersangka akhirnya menyerahkan diri diantarkan keluarganya,” pungkas Kapolsek.(*)

Laporan Endang Kusmadi

Rekomendasi Berita