oleh

Final Sudah Melalui Mekanisme Partai

PAW Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Muratara

Muhamad Ali sebentar lagi menjadi anggota DPRD Kabupaten Muratara. Ia menggantikan anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Muratara, Dodoi Kana yang mengundurkan diri, 1 Mei 2017 lalu.

Laporan Aan Sangkutiyar, Rupit

BERMULA dari sengketa hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014, antara Dodoi Kana dan Muhamad Ali keduanya merupakan Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Gerindra.

Saat itu, Muhamad Ali merasa dicurangi oleh Dodoi Kana. Sehingga, Muhamad Ali melayangkan gugatan ke internal partai, dan disidangkan oleh majelis etik DPD Partai Gerindra Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), atas perselisihan hasil Pileg 2014.

Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) No. 001/KPTS/M.Etik/DPD GERINDRA/SUMSEL/2014. Di situ sudah diputuskan kalau Dodi Kana dan Muhamad Ali, masing-masing selama 2 tahun 3 bulan akan menjadi anggota DPRD Kabupaten Muratara.

Maka, Dodoi Kana langsung dilantik saat itu juga, sedangkan Muhamad Ali akan menerima Pergantian Antar Waktu (PAW) selama 2 tahun 3 bulan.

Seiring berjalannya waktu pada 29 September 2016, Muhamad Ali ke DPP Partai Gerindra menindaklanjuti putusan majelis etik DPD Partai Gerindra Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Maka, ditindaklanjuti oleh DPP Partai Gerindra untuk disidangkan oleh majelis kehormatan DPP Partai Gerindra.

Saat itu, dihadiri oleh Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Sumsel, H Saifudin Aswari Rivai, beserta Sekretaris DPD Partai Gerindra Provinsi Sumsel Nopran Marjani, dan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Muratara Efriansyah, Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Muratara Dodoi Kana.

“Hasil putusan tersebut PAW tetap dilaksanakan, dan kepada saudara Dodoi (Dodoi Kana, red) diberikan dua pilihan, yakni mengundurkan diri dari anggota DPRD Kabupaten Muratara, atau dilakukan pemecatan dari anggota Partai Gerindra,” kata Muhamad Ali, Rabu (22/11).

Maka waktu itu, berdasarkan hasil musyawarah mufakat dan berdasarkan perjanjian kedua belah pihak antara Dodoi Kana dan Muhamad Ali. Dodoi Kana memilih opsi mengundurkan diri, dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, bahkan surat pengunduran diri tersebut di atas meterai Rp 6 ribu. Surat pengunduran diri itu disaksikan langsung oleh Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Muratara, Efriansyah, dan diketahui Ketua Majelis Kehormatan DPP Partai Gerindra, Mutanto Juwono dan Sekretaris Majelis Kehormatan DPP Partai Gerindra, Anwar Ede.

“Artinya, usulan PAW dari Partai Gerindra ini beda dengan usulan PAW dari partai lain. Dimasukannya usulan ke DPRD Kabupaten Muratara karena, Dodoi Kana selaku anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Muratara mengundurkan diri dari jabatannya. Tidak, seperti usulan PAW dari partai lain,” jelasnya.

Maka dari itu, dirinya meminta kepada Ketua DPRD Kabupaten Muratara, Efriansyah, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Muratara, Bupati Muratara dan Gubernur Sumsel untuk memproses pengajuan PAW.

“Sebab, permasalahan ini telah diselesaikan melalui mekanisme partai, yakni di majelis kehormatan DPR Partai Gerindra Provinsi Sumsel hingga majelis kehormatan DPP Partai Gerindra. Dan memang yang bersangkutan telah mengundurkan diri,” ulasnya. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita