oleh

Final Sepak Bola Porprov, Musi Rawas Vs Pali Ricuh

LINGGAU POS ONLINE – Kericuhan mewarnai pertandingan final sepak bola Porprov XII Sumatera Selatan (Sumsel) antara kesebelasan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Musi Rawas di Lapangan Bola Ria Jaya, Komplek Pertamina, Kota Prabumulih, Rabu (20/11) sore. Kedua tim dan official saling hantam di tengah lapangan. Padahal saat itu masih berlangsung permainan sepak bola.

Selang beberapa menit setelah ricuh, Kiper Musi Rawas nomor punggung 21 bernama Pangfi digotong petugas medis karena sesak nafas dan harus dilarikan ke RS Pertamina.

Beruntung, insiden itu tak sampai menyebar karena petugas kepolisian berikut TNI langsung turun ke lapangan mengamankan kericuhan dengan memisahkan para pemain yang bersitegang.

Berdasarkan informasi berhasil dihimpun, kericuhan berujung baku hantam di lapangan hijau antara para pemain dan official itu bermula ketika pertandingan antara Mura dan PALI memasuki masa tambahan waktu 3 menit. Skor saat itu 0:1 untuk kemenangan PALI.

Tepat pada menit kedua tambahan waktu terjadi pelanggaran dilakukan tim sepakbola Kabupaten PALI hingga harus dilakukan tendangan bebas dari tengah lapangan. Saat para pemain PALI dan Mura tengah berancang-ancang merebut bola tendangan bebas, tiba-tiba kiper pemain Mura dengan kostum putih lari menuju gawang PALI atau kerumunan pemain. Belum diketahui penyebabnya terjadi keributan antara kiper Musi Rawas dengan pemain PALI.

Kemudian terjadilah aksi saling dorong yang berakhir dengan saling pukul dan tendang antara pemain kedua kesebelasan. Suasana mendadak mencekam, para official maupun polisi langsung berlarian ke lapangan berusaha memisahkan para pemain yang saling hantam.

Setelah sekitar 10 menit dan suasana berhasil ditenangkan, pertandingan kembali dimulai. Dua pemain masing-masing dari PALI dan Mura mendapat kartu merah. Selanjutnya tendangan bebas tim Mura dilakukan namun tidak berhasil menjebol gawang tim PALI dan wasit pun meniup peluit panjang tanda waktu pertandingan telah habis.

Ketua Panitia Pelaksana Sepak Bola Porprov XII, Yopi Indra Putra dikonfirmasi mengatakan keributan terjadi karena protes dan ketidakpuasan tim. Keributan terjadi masih saat pertandingan di menit ke 43.

“Pihak PALI melakukan pelanggaran keras dalam arti kata melanggar pemain itu terlampau keras, kejadiannya di dekat gawang PALI sehingga melukai pemain Mura sehingga terjadilah keributan,” terangnya.

Setelah sempat dihentikan 10 menit, pertandingan dilanjutkan kembali. Dalam hal ini, pihaknya selaku panitia pelaksana beruntung keributan masih bisa dikendalikan. Dalam arti kata biasa karena ketidakpuasan dari salah satu tim.

“Namun pada intinya kami merasa ini sudah berjalan dengan baik,” tegasnya.

Kapolsek Prabumulih Barat, AKP Mursal mengatakan kericuhan terjadi karena kesalahpahaman dan rasa tidak puas.

“Tidak ada unsur kesengajaan. Situasi kembali aman dan kondusif,” sebutnya.

Wali Kota Prabumulih, H Ridho Yahya mengatakan sebagai tuan rumah Porprov pihaknya berusaha memberikan yang terbaik dan walaupun ada keluhan tapi belum sampai ke dirinya.

“Karena ini terakhir pertandingan sepak bola, kami sudah berusaha yang terbaik,” tukasnya. (*)

Sumber: Sumatera Ekspres

Rekomendasi Berita