oleh

Fenomena Bulan Purnama Mikro Malam ini, Baru akan Terjadi Lagi Agustus 2049

LINGGAU POS ONLINE – Masih ingat film “Friday the 13th” dan peristiwa menakutkan yang menyertainya, hal ini menjadikannya spesial karena disertai Bulan Purnama Mikro pada tanggal 13 September 2019.

Bulan Purnama Mikro terjadi karena bulan berada pada posisi terjauh dari orbitnya mengelilingi Bumi (Apogee). Sehingga Bulan akan terlihat lebih kecil 14% dari normalnya.

Dijelaskan Kasi Data dan Informasi BMKG Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Bambang Beni Setiaji, Micromoon ini kebalikan dari Supermoon, biasa juga disebut Fruit Moon, Barley Moon, Mid-Autumn Festival Moon atau Harvest Moon yang di Amerika dianggap sebagai cahaya sebagai penerang bagi Petani untuk bekerja nantinya.

Variasi Tinggi Pasang Air Laut akan berkisar 5 cm (2 inchi) lebih kecil dari tinggi pasang air laut biasanya saat purnama, jadi tidak akan berdampak signifikan pada aktifitas perlayaran.

“Kejadian Bulan Purnama Mikro saat Jumat tanggal 13 sangat jarang terjadi, yang terakhir terjadi pada Januari 2006 dan akan terjadi lagi Agustus 2049,” kata Bambang.

Fenomena ini sering dikaitkan dengan akan adanya bencana alam dan akan menggangu kesehatan mental manusia, namun hal ini sama sekali tidak ada kaitannya dan tidak ada pembuktian secara ilmiah.

“Karena bulan purnamanya kecil. Apakah Serigala Jadi-jadiannya juga akan lebih kecil dari biasanya?” katanya melucu. (*)
Laporan Endang Kusmadi

Rekomendasi Berita