oleh

Fauzih H Amro Bukber Anak Panti

LINGGAU POS ONLINE, JOGOBOYO – Anggota Komisi IV DPR RI, Fauzih H Amro kembali melaksanakan Buka Puasa Bersama (Bukber) dengan Sahabat Fauzih (Safa). Namun kali ini Dfauzih menghadirkan 100 anak yatim di Posko Sahabat Fauzih (Safa), Kelurahan Jogoboyo, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Senin (11/6). Kegiatan ini sudah keempat kalinya ia laksanakan, sejak dilantik menjadi anggota DPR RI.

Kegiatan diawali dengan pembacaan surat Yasin bersama, lalu penyerahan aspirasi dari anggota Komisi IV DPR RI berupa Alat Mesin Pertanian (Alsintan), seperti handtraktor roda empat, mesin pencacah dan pompa air secara simbolis kepada perwakilan Kelompok Tani (Koptan). Lalu sisanya, diserahkan setelah lebaran di zona masing-masing. Lalu pemberian santunan kepada 100 anak yatim dari Panti Asuhan Ashabul Kahfi, Lukmanul Hakim, Mutiara Quran dan Ahlul Sunnah. Lalu dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan Salat Magrib berjamaah.

Untuk Ramadan tahun ini, Fauzih H Amro mengatakan sudah dilaksanakan sebanyak tiga kali, yakni di Jakarta, Palembang dan Kota Lubuklinggau.

Terakhir hari ini (kemarin, red), dilanjutkan di Desa Remban, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara.

Kegiatan rutin ini terus dilaksanakan setiap bulan Ramadan untuk berbagi dengan anak-anak panti, sekaligus saling mengingatkan satu sama lain untuk berbagi.

Ia mengungkapkan, untuk aspirasi dari anggota Komisi IV DPR RI berupa Alsintan di tahun 2018 sudah cukup banyak. Jika dianggarkan, mencapai Rp 25 Miliar. Aspirasi itu terserap di Kota Lubuklinggau, Kabupaten Mura dan Muratara, Rp 15 miliar. Menurutnya, ini sebagai bentuk komitmen Komisi IV DPR RI, untuk mendukung program swasembada beras, khususnya di Kabupaten Mura dan Muratara.

“Untuk Mura kita sudah surplus, hampir satu juta ton. Saat ini kita fokus ke Kabupaten Mura. Salah satunya, dengan program optimalisasi lahan rawa, yang tadinya lahan tidak produktif menjadi lahan produktif,” kata Fauzih, usai Bukber.

Untuk pilot project, akan dilaksanakan di Kecamatan Rawas Ulu sebanyak 500 Ha. Ketika ini berhasil, lanjut dia, akan dilanjutkan di kecamatan lain.

“Lebaran ini juga, kita akan mulai mendata untuk program replanting perkebunan karet dan sawit. Insya Allah, untuk program replanting, akan kita realisasikan di tahun 2019. Ya mudah-mudahan program-program ini bermanfaat untuk masyarakat, khususnya petani di Lubuklinggau, Mura, Muratara, Banyu Asin dan Musi Banyu Asin,” harapnya.

Kepada Koptan penerima bantuan Alsintan, ia berharap dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan jangan dialih fungsikan. Dan ingat, alat ini bukan untuk pribadi namun untuk kelompok. (13)

Rekomendasi Berita