oleh

Fase Kritis Malah Anak Tidak Panas

Mengenal DBD

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Pengalaman menemani familly yang menderita Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi catatan tersendiri bagi Win (35). Menurutnya, penyakit DBD kini makin banyak diidap anak-anak, termasuk salah seorang kemenakannya.

“Awalnya keponakan saya itu panasnya 40 derajat celcius. Tidak turun-turun. Tepatnya 28 November 2017 lalu. Beruntung langsung dicek darah oleh dokter sore hari. Karena waktu kami bawa ke Rumah Sakit, dokter sudah curiga DBD. Malam langsung dirawat di RS AR Bunda,” terang Win, Sabtu (9/12).

Rentang waktu perawatan terhadap balita bernama Syaca ini dilakukan mulai 28 November-6 Desember 2017.

“Kalau melihat pasien yang dirawat di AR Bunda ini, memang banyak yang DBD. Karena ini musim penghujan,” jelasnya.

Setelah ketahuan menderita DBD, kata Win, setiap hari dicek darah trombosit.

“Normalnya trombosit harusnya 150.000-4500000. Namun waktu dicek hari pertama 28 November 2017 trombositnya hanya 115.000. Kondisi Syaca lemah, enggak mau makan dan minum. Badannya panas, bawaannya mau tidur saja. Saran dari dokter, Syaca harus banyak minum. Namun karena dia kan balita, jadi lewat infus saja,” jelasnya.

Proses perawatan, terang Win, makin hari Trombosit Syaca makin turun.

“Nah, kalau tidak ketahuan diangka demam biasa itulah sering fatalnya. Fase kritisnya, kata dokter trombositnya di bawah 50.000. Kemarin trombosit Syaca menurun sampai 15.000. Alhamdulillah Syaca kemarin sekalipun trombositnya sampai 15.000, daya tahannya masih kuat. Lalu kami paksa dia untuk banyak-banyak minum. Jadi tidak perlu tambah darah. Namun, kata dokter, kalau ada anak yang sampai mimisan, nah itu sudah tinggi sekali risikonya, maka harus tambah darah,” jelas Win lagi.

Menurut Win, sebagaimana keterangan dokter yang merawat Syaca, fase kritis pada penderita DBD, malah ketika anak tidak panas lagi.

“Saat itu (anak tidak panas,red) kita sangka anak sudah mulai sembuh. Padahal belum. Ini bisa diketahui dari cek darah. Bahkan justru itu pada fase kritis,” imbuhnya lagi.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita