oleh

Fadli Zon Sebut Kasus Ratna Sarumpaet Masalah Kecil

JAKARTA – Terungkapnya kasus kebohongan Ratna Sarumpaet yang begitu cepat, membuat kubu Prabowo -Sandiaga punya penafsiran lain. Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan kebohongan Ratna harus diselidiki lebih dalam. Dia mengaku siap jika dikonfrontasi apabila memang hal tersebut terbukti benar.

“Silakan diselidiki kan Ratna Sarumpaet sudah ditangkap. Interogasilah apa yang terjadi. Buka saha itu WA nya apa segala macam. Kita siap kok dikonfrontasi ,” ujar Fadli di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan Jakarta, Jumat (5/10)

Fadli meminta permasalahan kebohongan satu orang jangan dijadikan sebuah masalah yang dibesar-besarkan.  “Jadi jangan membuat masalah yang kayaknya seolah olah akan mengancam NKRI. Urusan apa ini orang hoaks atau prankoleh satu orang ya. Ini masalah kecil jangan dibesar besarkan,” papar Fadli

Politisi Gerindra itu mengungkapkan rasa jengkelnya ketika ada bebeberapa nama dari koalisinya yang akan dipanggil polisi untuk memberikan keterangan terkait hoax Ratna. “Jangan polisi ini sebagai alat. Kalau sampai kapan pun nggak ada masalah.  Kalau menegakkan hukum harus dengan benar. Sekarang ini yang belum apa-apa kok tiba-tiba langsung Pak Amien Rais lah dipanggil. Apa urusannya gitu. Selidiki dulu yang benar,” sambung Fadli.

Legislator dari dapil Jawa barat ini menginginkan jika kasus-kasus yang pernah dilaporkannya segera diselidiki dan tidak diabaikan begitu saja. “Laporan-laporan saya kok kenapa nggak dilakukan apa-apa, kenapa begitu. Ini dianggap bisa merugikan pihak yang mungkin di luar pemerintah atau yang berseberangan dengan pemerintah langsung diusut,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Ratna Sarumpaet mengaku dirinya dihajar tiga orang pada 21 September 2018 malam. Peristiwa itu terjadi setelah Ratna bersama dua temannya dari Sri Lanka dan Malaysia menghadiri acara konferensi di sebuah hotel di Bandung, Jawa Barat. Namun setelah beredar foto lebam, Ratna mencoba berbohong kepada Prabowo cs untuk mendapatkan iba. Faktanya, Ratna tidak dianiaya. Lebam di wajah itu akibat operasi sedot lemak di bagian pipinya.  Tak hanya itu, dalam kasus ini terseret beberapa nama besar seperti Fadli Zon, Rachel Maryam, dan Capres Prabowo Subianto yang dilaporkan ke polisi karena menyebarkan berita hoax.

PDIP Ingin Ada Proses Hukum

Terkait kasus tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDIP Eva Kusuma Sundari mengatakan Polisi tidak boleh menolak laporan dan harus menindaklanjuti kasus ini hingga tuntas. “Itu wewenang pengadilan. Tapi yang jelas mereka dilaporkan ke polisi dengan tuduhan yang jelas, menyebarkan berita hoax bahkan negatif news (yang tidak diverifikasi dulu),” kata Eva saat dihubungi, Jumat (5/10).

Dia ingin polisi bertindak secara netral dan profesional dalam menangani kasus yang membuat resah masyarakat dan segera melakukan penyelidikan. “Profesional, mulai penyelidikan,” tuturnya.

Wanita kelahiran Nganjuk ini juga ikut berpesan kepada masyarakat, agar mencerna informasi secara baik dan tidak menggunakan emosi saat menyebarkan informasi yang belum jelas asal usulnya. “Prudent, hati-hati, pakai nalar dalam mencerna informasi, akal sehat dipakai jangan emosi. Di jaman sekarang, ledakan arus info seperti saat ini diperlukan kecerdasan digital,” kata legislator dari Dapil Jawa Timur ini.

Senada dengan PDIP, Ketua Umum PSI Grace Natalie ikut mendukung Polri untuk bisa menegakkan hukum terhadap kasus hoax. Ia juga meminta Polri untuk mengusut semua para pelaku produsen Hoax.  “Tidak hanya bu Ratna tetapi kepada semua pelaku produsen dan penyebar hoax yang selama ini terkesan bebas berbuat tanpa ada konsekuensi hukum,”pungkasnya. (zen/fin)

Rekomendasi Berita