oleh

Expo Karya Murid SDIQ Ar Risalah

LINGGAU POS ONLINE, AIR KUTI – Selasa (19/12) sekira pukul 07.00 WIB tenda yang ditegakkan di halaman SDIQ Ar Risalah sudah ramai. Tak hanya ustadz-ustadzah, namun orang tua / wali murid kelas I-V juga tampak di sana. Mereka sibuk memasang hiasan-hiasan unik masing-masing stan. Untuk mendukung even Expo Karya Siswa Tahun Ajaran 2017/2018.

“Saya tidak menyangka para orang tua seantusias ini,” jelas Direktur Bidang Akademik Pesantren Modern Ar Risalah, Ust Budi Satriadi, Lc didampingi Kepala SDIQ Ar Risalah, Amrina Rosyada, kemarin.

Tak hanya karya siswa yang dipajang di sembilan stan tersebut. Namun ada juga snack-snack yang siap dijajakan. Semua akan mendapat penilaian juga dibeli oleh pengunjung.

Dari pantauan Linggau Pos, diantara karya yang dipajang ini ada celengan, tempat pensil, bingkai foto, tempat jarum pentol, gantungan kunci, dan tempat charger handphone.

“Karya-karya ini dibuat murid, atas instruksi sekolah untuk memenuhi standar layak jual dan dipastikan produk ini banyak diminati. Selain itu, dari sisi bahan, tidak mahal. Oleh karena itu, harga jual Rp 5 ribu – Rp 10 ribu per pieces-nya. Sehingga terjangkau bagi pengunjung, yang notabene anak PAUD Ar Risalah, dan siswa-siswi SMP-SMA Ar Risalah,” imbuh Amrina Rosyada.

Menurut ustadzah yang akrab dipanggil Cik Ida ini, program Expo Karya Siswa itu sudah jadi agenda tahunan. Awalnya dulu, yang dipamerkan ini barang-barang karya siswa dari bahan bekas. Namun, sekarang karena orientasinya memang untuk layak jual, maka sebagian besar justru dari kain flanel.

Dalam expo kemarin, yang dinilai oleh para guru dari SMP dan SMA Ar Risalah adalah dekor keseluruhan stan dan hasta karya yang dihasilkan murid. Cik Ida memastikan masing-masing anak mempunyai karya.

Menurut Cik Ida, kegiatan ini multi manfaat. Selain mengajarkan kewirausahaan, anak belajar berani dengan menjajakan karya buatannya. Untuk mengkonsep stan juga dibutuhkan semangat kekompakan dan kebersamaan.

“Soal hitung-hitungan uang dan karya, juga ada korelasinya dengan pelajaran matematika. Ketika mereka menjajakan karya pun, erat kaitannya dengan kemampuan berbahasa, sehingga menarik pengunjung untuk membeli,” jelas Cik Ida.

Expo yang dibuka Ust Budi Satriadi ini berlangsung 120 menit, mulai pukul 09.00-11.00 WIB. Tak disangka, dalam waktu yang sesingkat itu, masing-masing murid mampu dengan maksimal menjajakan karya-karya mereka.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita