oleh

Evakuasi Penumpang Bus Sriwijaya Dihentikan, Sementara 28 Penumpang Tewas

LINGGAU POS ONLINE – Tim evakuasi Selasa (24/12/2019) sekitar pukul 20.00 WIB menghentikan sementara pencarian korban bus Sriwijaya Nopol BD 7031 AU asal Bengkulu tujuan Palembang yang jatuh ke jurang sedalam 75 m di Jalan Lintas Pagar Alam-Lahat, Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagar Alam, Senin (23/12/2019) sekitar pukul 23.15 WIB.

Rencananya evakuasi akan dilanjutkan, Rabu (25/12/2019) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Dari data yang tercatat di tim gebungan, sebanyak 27 penumpang meninggal dunia teridentifikasi dan satu orang korban dengan status Mrs X (tanpa identitas). Total penumpang yang meninggal dunia 28 orang, 13 orang selamat dan sudah dievakuasi ke RSUD Besemah Pagar Alam.

Daftar penumpang bus yang selamat dan tewas

Hingga saat ini tim gabungan sudah mengevakuasi penumpang dari lokasi kejadian dengan total 41 orang. Dan tidak menutup kemungkinan korban yang meninggal dunia akan bertambah.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Polda Bengkulu.

“Perlu kami sampaikan, 13 orang selamat yang mengalami luka berat saat ini masih dalam perawatan di RSUD Besemah Pagar Alam. Perkara kasus kecelakaan ini pihak Ditlantas Polda Sumsel berkoordinasi dengan DItlantas Polda Bengkulu dalam penanganan perkaranya,” terang Supriadi.

Bus nahas tersebut berasal dari Provinsi Bengkulu, terkait layak atau tidak kendaraan tersebut, menurut Supriadi yang menerbitkan izinnya dari Dinas Perhubungan Bengkulu.

“Kalau tidak layak jalan dan perusahaan masih menggunakan untuk mengangkut penumpang ini akan menjadi pertanyaan penyidik dari Polda Sumsel,” tegas Supriadi.

Dia juga mengungkapkan, hari ini juga tim dari Mabes Polri, Polda Sumsel sudah meninjau langsung kejadian tersebut. “Karena kecelakaan tersebut kejadian yang menonjol yang masuk dalam Ops Lilin 2019,” katanya.

Awal kejadian tersebut diketahui, Polda Sumsel langsung menurunkan tim dari DVI Bid Dokkes untuk menghimpun data awal dari keluarga korban.

“Untuk mencocokkan identitas korban yang meninggal dunia. Dan termasuk kita juga sudah menerjunkan tim media center Bid Humas Polda Sumsel untuk membantu keluarga dan media nasional dan lokal yang mencari informasi apa saja mengenai kecelakaan ini,” terang Kabid Humas.

Untuk bus sendiri, tambah Supriadi kini masih ada berada di Sungai Lematang dan belum dapat dievakuasi dalam kondisi hancur. Evakuasi korban salah satunya dilakukan dengan cara menyusuri sungai karena diduga ada korban yang terbawa arus deras.

”Tim dari Polisi, Basarnas, dan Tagana melakukan evakuasi di lokasi dengan berbagai prosedur. Untuk bus sudah diikat agar tidak terbawa arus,” tukasnya. (*)
Sumber: Sumeks.co

Rekomendasi Berita