oleh

Eriyel Dituntut 1 Tahun Penjara

Sidang Kasus Penganiayaan

Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau kembali menjalankan sidang terdakwa Eriyel Efendi (35) warga Desa A Widodo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas dengan agenda tuntutan.

Laporan Suwito, Sidorejo

Persidangan dipimpin Ketua Majelis Hakim, Dian Triastuti didampingi Hakim Anggota, Yopi Wijaya dan Indra Lesmana di Ruang Sidang Cakra, di Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Jalan Depati Said, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Lubuklinggau Barat II sekitar pukul 12.00 WIB, Kamis (5/4)

Pada saat persidangan dimulai, sesuai agenda Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau, Zubaidi langsung melakukan tuntutan dengan terdakwa Eriyel Efendi selama satu tahun penjara.

“Tuntutan yang diberikan sesuai dengan pasal dan ketentuan yang berlaku, yakni diancam dengan Pasal 351 ayat (1) KUHP. Seperti luka memar dengan luka yang mengakibatkan warna biru pada kulit,” jelasnya.

Mengenai tuntutan tersebut keluarga terdakwa tidak menerima seperti apa tanggapannya?

Afrizal kakak kandung Eriyel Efendi menanggapi terhadap tuntutan yang diberikan terhadap adiknya tidak masuk akal, menurutnya penegakan hukum tidak wajar.

“Saya menilai hukum sekarang memang berpihak kepada orang kaya saja, karena Abdiantoro (Korban,red) sudah terbukti bersalah pada persidangan 2017 lalu, malah kita yang menjadi tersangka,” tegasnya.

Lebih lanjut, Afrizal menyampaikan dirinya sudah melakukan pelaporan terhadap lembaga terhadap ketidakadilnya penegakan hukum terhadap adiknya.

“Jangan sampai masyarakat menilai kalau penegak hukum berpihak, jangan memutar balikkan pakta, kasus ini sudah saya sampaikan ke beberapa instansi. Sebab semua sudah terbukti adik saya tidak bersalah pada persidangan lalu,” ungkapnya.

Kronologi bermula sebelumnya, pada pukul 16.00 WIB hari Senin 20 Februari 2017 penganiayaan terhadap Eriyel Efendi terjadi 20 Februari 2017. Saat itu Abdiantoro membawa kayu masuk ke dalam toko dan langsung memukul bibir Eriyel Efendi.

Kemudian pada saat terdakwa jatuh, Abdiantoro melakukan penendangan sambil merangkul dan memukul kepala terdakwa Eriyel Efendi. Lalu Eriyel tidak menyukai perbuatan yang dilakukan Abdiantoro langsung melaporkan kepada Polsek Tugumulyo dengan kasus dugaan penganiayaan.(*)

Rekomendasi Berita