oleh

English Club, Wadah Praktik Berbahasa Inggris

LINGGAU POS ONLINE, AIR TEMAM – Bahasa Inggris kerap kali dinilai sebagian siswa sebagai pelajaran yang horor, sulit, dan membosankan. Benarkah begitu?

Miss Ria, seorang guru Bahasa Inggris SMA Negeri 6 Lubuklinggau membenarkan, tentang masih adanya anggapan salah dari para peserta didiknya itu. Bahkan, anggapan yang salah ini justru mendorong siswa semakin malas belajar Bahasa Inggris.

“Ini memang memprihatinkan. Mereka sudah kesusahan sejak tahap awal vocabulary (kosa kata). Jadi untuk melanjutkan ke pelajaran berikutnya sudah kewalahan. Karena harusnya vocabulary ini dituntaskan pemahamannya saat siswa-siswi masih SMP. Ketika masuk SMA tinggal mendalami. Namun di lapangan, kondisinya berbeda,” terang Miss Ria.

Guru yang mendidik siswa-siswi kelas X itu akhirnya berusaha untuk membangun terlebih dahulu kecintaan siswa-siswinya terhadap Bahasa Inggris. Sembari kerap menyampaikan kisah sukses seseorang, oleh modal skill Bahasa Inggris yang dimiliki.

“Lambat laun mereka bisa menerima. Barulah saya awali dengan tugas menghafal minimal 10 kosa kata dalam lisan maupun tertulis setiap minggu,” jelasnya.

Setidaknya, dengan hafal kosakata itu, kata dia, bisa menjadi bukti keinginan siswa-siswinya untuk belajar Bahasa Inggris.

“Mereka juga kami ikutsertakan dalam English Club. Ini penting, untuk melatih kepercayadirian dan kemandirian anak agar suka berbahasa Inggris. Dan tips yang saya pakai adalah, membebaskan mereka berbincang dengan teman sebaya dengan merangkai kosa kata Bahasa Inggris yang mereka hafalkan. Salah tidak apa, asal berani mengungkapkan,” imbuhnya.

Dengan melibatkan anak ke English Club, kata Ria, juga bisa melatih kelancaran siswa-siswinya dalam conversations (percakapan) Berbahasa Inggris.

Alumni Universitas Negeri Sriwijaya (Unsri) Tahun 2005 itu akan berjuang membuat beberapa inovasi, untuk jadi penyemangat siswa-siswinya agar mau membekali diri dalam Berbahasa Inggris.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita