oleh

Enam Pasangan ASN Ajukan Perceraian

LINGGAU POS ONLINE, MUARA BELITI – Jika dibandingkan dengan tahun 2016, jumlah laporan pengajuan perceraian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Musi Rawas tahun 2017 berkurang.

“Iya kalau sekarang baru enam orang yang meminta pengajuan izin perceraian, berbeda tahun 2016 yang lalu, di mana ada 10 orang yang mengajukan izin. Ini tentu saja angkanya menurun,”kata Inspektur Musi Rawas, Alexander kepada Linggau Pos, Jumat (17/11).

Pengajuan izin perceraian oleh ASN ini harus dilakukan, karena menyangkut dengan peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Pengadilan agama tidak mau memproses pengajuan perceraian ASN, kalau tidak ada izin dari bupati. Makanya, setiap ASN yang mau bercerai harus mengajukan izin dulu. Kita sebagai inspektur sebelum memberikan izin, terlebih dahulu memanggil mereka untuk mediasi. Setelah upaya mediasi tidak disetujui oleh mereka, maka mau tidak mau kita harus menyampaikan izin rekomendasi perceraian,” tuturnya.

Sepanjang menjabat sebagai inspektur, lanjut Alex sapaan Inspektur Musi Rawas, baru sekali berhasil melakukan mediasi dengan membatalkan niat perceraian pasangan ASN.

“Baru sekali berhasil melakukan mediasi, selebihnya tetap pada komitmen pertama yaitu ingin bercerai. Banyak sekali alasan ASN bercerai mulai dari tidak memiliki keturunan, kemudian pisah ranjang dan yang lainnya.

Peraturan ini, tambah Alex, berdasarkan Undang-Undang (UU) Perceraian, di mana prosedurnya yaitu terlebih dahulu pasangan yang ingin bercerai mengajukan ke BKPSDM, setelah dari BKPSDM langsung ke Inspektorat, dari inspektorat meminta rekomendasi dari Bupati Musi Rawas.

“Biasanya kalau sudah sampai ke pengadilan agama, tidak ada lagi yang bisa dibatalin. Semuanya pasti bercerai,” tutupnya. (12)

Komentar

Rekomendasi Berita