oleh

Enam Kecamatan Rawan Bencana

Musim Hujan Waspada Banjir

LINGGAU POS ONLINE, MUARA BELITI- Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Musi Rawas (Mura) memberikan peringatan (warning) saat musim hujan sekarang. Warga diminta mewaspadai datangnya banjir.

Terungkap dari data dikeluarkan BPBD Mura, sejak 2016-2018, lebih dari 10 korban tenggelam di aliran sungai dalam wilayah Kabupaten Mura, Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Muratara. Penyebabnya di tiga wilayah itu dikelilingi aliran sungai.

Musibah tentu tidak bisa ditebak kapan terjadi. Apalagi musibah datang berasal dari bencana alam. Namun sebelum hal itu terjadi, tentu saja masyarakat harus mengantisipasinya sedini mungkin. Seiring perkembangan zaman, daerah-daerah yang rawan terjadi bencana dapat dideteksi dengan alat yang dimiliki oleh BMKG. Bahkan, pemerintah pusat telah memberikan bantuan berupa alat evakuasi kepada pemerintah daerah yang wilayahnya cukup rawan terjadi bencana.

Wilayah-wilayah yang rawan terjadi bencana banjir cukup banyak, seperti Kecamatan Selangit, STL Ulu Terawas, Megang Sakti, BTS Ulu Cecar, Muara Kelingi, Muara Lakitan. Dan itu tidak hanya banjir saja, tapi sewaktu-waktu ada juga yang menelan korban.

BPBD Kabupaten Mura, Paisol mengatakan, kedepan tugas anggota BPBD adalah meningkatkan kinerja dalam hal disiplin waktu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Memang kesulitan kita yaitu akses, karena Mura wilayahnya sangat luas, dan akses untuk menuju ke daerah yang rawan bencana tersebut butuh waktu,” kata Paisol, Kamis (28/6).

Sehingga, ada beberapa masyarakat yang kurang puas dengan pelayanan yang diberikan BPBD.

“Padahal kenyataannya, anggota kita selalu siaga selama 24 jam untuk membantu mengantisipasi bencana yang terjadi,” tegas Paisol.

Sementara Kepala Dusun (Kadus) V Desa Muara Megang, Kecamatan Megang Sakti, Levis mengakui di desanya setiap musim hujan selalu banjir.

Dikatakan Levis, meski rawan banjir belum pernah memakan korban tetapi semuanya merugikan. Seperti alat-alat rumah rusak, tidak bisa beraktivitas dan lainnya.

“Kalau banjir di sini bisa capai dua meter, itu pun surutnya capai satu bulan,” kata Levis.

Ia menambahkan hal diderita warga setelah habis banjir, yakni nyamuk semakin banyak. Baik siang atau malam.

“Seperti sekarang di rumah warga banyak nyamuk tidak seperti hari biasanya. Kejadiannya setelah habis kebanjiran pada Mei 2018 kemarin,” kelu Levis. (04)

Rekomendasi Berita