oleh

Empat Tiang Listrik Hilang Terkena Longsor

PLN Rugi Rp 150 Juta

LINGGAU POS ONLINE, SELANGIT – Tanah longsor di jalan Desa Napal Melintang, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas (Mura) berdampak dengan pihak PLN. Betapa tidak, saat kejadian yang berlangsung 18 Juni 2018 lalu, empat tiang listrik milik PLN hilang terkena longsor.

Akibat kejadian itu, membuat PT PLN WS2JB Area Lahat Rayon Lubuklinggau mengalami kerugian hingga Rp 150 juta. Kerugian ini dihitung juga dari tidak terjualnya listrik ke pelanggan selama empat hari 18 Juni-21 Juni 2018 disebabkan listrik padam karena tanah longsor tersebut.

“Tanah longsor di jalan Desa Napal Melintang Kecamatan Selangit mengakibatkan listrik padam hingga empat hari. Ada lebih kurang 400 pelanggan saat kejadian itu rumahnya tak teraliri listrik. Kerusakan yang parah itu pada tiang listrik, dan memang benar ada empat batang tiang listrik hilang karena tanah longsor,” ungkap Manager PT PLN WS2JB Area Lahat Rayon Lubuklinggau, M Arham Ginting pada Linggau Pos, Senin (23/6).

Arham, sapaan pria ini membenarkan untuk Kecamatan Selangit dan sekitarnya, masih masuk dalam layanan pihaknya. Oleh karenanya, petugas saat kejadian itu menunggu pihak Pemkab Mura lakukan pembersihan tanah longsor, dan setelah material berupa tanah, kayu dan lain-lain dibersihkan, barulah petugas PLN lakukan perbaikan.

“Petugas juga menuju ke lokasi tanah longsor tersebut. Saat itu kita terjunkan 20 orang petugas, sekaligus melakukan perbaikan jaringan yang terdampak tanah longsor,” jelas Arham.

Arham mengimbuhkan, saat hujan turun petugas terpaksa menghentikan pekerjaannya. Alasannya jangan sampai terjadi korban nyawa dengan tetap nekat lakukan perbaikan, padahal saat itu hujan turun dengan derasnya. Mengenai kerugian dialami PLN, Arham membenarkan jika ditotal baik itu aset maupun tak bisa menjual listrik ke pelanggan. Totalnya mencapai Rp 150 Juta.

“Tapi ini musibah ya, dan tidak terduga sama sekali,” ucap dia. Apalagi, saat terjadi pemadaman listrik tersebut, masyarakat dapat memakluminya. Sebab semua itu disebabkan bencana alam, bukan disengaja oleh oknum hingga terjadi pemadaman aliran listrik di rumah warga,” bebernya. (08)

Rekomendasi Berita