oleh

Empat Parpol Berebut Kursi Pimpinan

“Partai Gerindra, Demokrat, Golkar dan PDIP berebut unsur pimpinan DPRD Kota Lubuklinggau,”kata pengamat politik, Eka Rahman.

LUBUKLINGGAU – Pengamat politik asal Kota Lubuklinggau, Eka Rahman berpandangan setidaknya ada tiga Partai Politik (Parpol) yang berpeluang jadi pemenang Pemilu di Kota Lubuklinggau. Parpol yang dimaksud Eka Rahman adalah, Partai Gerindra, Demokrat, Golkar dan PDIP.

Menurut Eka sapaan akrabnya, peluang dari Parpol untuk mengirim kadernya sebagai unsur pimpinan di DPRD, tentu dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Dalam konteks internal, bisa dilihat dari sejauh mana konsolidasi, kesiapan, strategi dari Parpol dalam menghadapi Pileg 2019. Beberapa parameter yang bisa digunakan, antara lain bagaimana Parpol tersebut secara kelembagaan mampu memaksimalkan segala potensi dalam merespon tahapan Pileg. Misalnya, sejauh mana masifnya Parpol dan Caleg yang diusungnya melakukan sosialisasi atau kampanye, baik door to door campaign, maupun kampanye melalui alat peraga seperti, baliho, spanduk. Termasuk kampanye melalui media cetak, elektronik dan media sosial.

Kemudian, parameter lain adalah bagaimana Parpol mampu membaca background Caleg dengan menempatkan beberapa Caleg potensial, baik secara popularitas, logistik maupun basis jaringan dukungan, pada daftar Caleg per Daerah Pemilihan (Dapil).

“Sehingga, akumulasi suara masing-masing Caleg, mampu mendongkrak raihan kursi Parpol minimal satu kursi, bisa jadi lebih,” kata Eka, Selasa (25/12).

Berdasarkan penilaiannya, ada beberapa Parpol yang memiliki Caleg potensial, mereka disebar di semua Dapil. Akumulasi dari Parpol, para Caleg yang sudah disebar ini mampu meraup kursi secara maksimal. Namun secara umum, jika melihat Daftar Calon Tetap (DCT) di beberapa Dapil terlihat Parpol yang cukup menonjol dalam meramu daftar Caleg adalah Partai Gerindra dan Partai Demokrat.

“Tapi, jangan menyepelekan Partai Golkar yang menjadi pemenang Pileg dalam beberapa periode, karena Parpol ini punya kemampuan jaringan yang relatif mapan sampai ke tingkat grass roots,”jelasnya.

Maka, pada analisis internal baik Partai Gerindra, Demokrat maupun Golkar memiliki kans yang kuat untuk berkompetisi merebut kursi pimpinan DPRD. Lalu fakta bahwa berdasarkan Undang-Undang No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu yang menyerentakkan Pileg dan Pilpres 2019. Tentu secara signifikan berpengaruh terhadap sosialisasi Parpol pada tingkat nasional maupun lokal. Seringnya ekspos media, medsos terkait Paslon Capres-Cawapres dalam tahap tertentu menguntungkan Parpol pendukung utama dari Paslon, yakni PDIP dan Partai Gerindra. Beberapa survei nasional secara umum merilis PDIP memiliki elektabilitas antara 20 persen – 24 persen dan Gerindra bergerak diantara 13,1 persen – 16 persen. Artinya, sinyalemen yang di kemukakan para ahli terkait Coat Tail Effect (efek ekor jas) Pilpres terhadap Pileg, terutama elektabilitas Parpol dalam batas-batas tertentu memiliki pijakan ilmiah.

“Dari pendekatan analisis internal dan eksternal, saya pikir potret peluang kompetisi antara Partai Gerindra, PDIP, Partai Golkar dan Partai Demokrat dalam merebut kursi pimpinan DPRD tidak akan jauh dari keempat Parpol di atas,” paparnya.

Tinggal bagaimana sisa waktu empat bulan tersebut Parpol mampu mensinergikan berbagai potensi kekuatan dan meramu strategi yang jitu. Ketika itu ditemukan, maka Parpol itulah yang akan menjadi the winner Pileg 2019 di Kota Lubuklinggau. (aku)

Rekomendasi Berita