oleh

Empat Lokasi Kebakaran Perkebunan Terpantau

LINGGAU POS ONLINE – Ancaman kebakaran hutan dan kebun belum lepas. Kali ini, titik kebakaran kembali lagi terpantau di empat lokasi. Hal tersebut dipastikan Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Musi Rawas (Mura), Subardi kepada koran ini, Selasa (3/9).

Empat lokasi itu, terdiri dari tiga lokasi di Kecamatan Muara Lakitan tepatnya di Desa SP V Trianggun Jaya dan Desa Semangus. Selanjutnya satu lokasi di Desa Mambang, Kecamatan Muara Kelingi.

Kebakaran hutan yang kerap terjadi di berbagai daerah disebabkan akibat akumulasi dari berbagai persoalan yang muncul secara alami ataupun karena kesengajaan manusia.

Kondisi alam yang memicu terjadinya kebakaran, seperti musim kemarau, memang tidak dapat diubah. Namun, fenomena ini merupakan kejadian berulang yang waktunya pun sudah dapat diprediksi. Maka, hal ini semestinya sudah dapat diantisipasi sebelumnya dengan upaya-upaya strategis untuk mencegah kebakaran lahan.

“Kita perlu mengerti mana kawasan-kawasan hutan yang rawan kebakaran, dan antisipasi sebelum hotspot muncul,” kata Subardi.

Banyaknya faktor penyebab kebakaran yakni faktor cuaca, kecerobohan dan kelalaian manusia, dan kesengajaan melakukan pembakaran. Kejadian kebakaran salah satunya menyebabkan timbul asap, dan dapat merusak ekosistem lingkungan dan mengganggu kesehatan.

“Tidak itu saja, juga akan membuat banyak hewan dan tumbuhan mati sehingga keseimbangan alam menjadi terganggu. Sisi negatif yang lainnya adalah terjadi banjir karena pepohonan yang bisa menyerap air,” imbaunya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mura, Paisol mengatakan dalam upaya pencegahan Karhutla, keterlibatan semua pihak sangat penting. Kerja sama pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kekuatan dalam pengendalian Karhutla.

“Penegakan hukum pun menjadi langkah penting dalam penanganan Karhutla,” kata Paisol.

Adapun sanksi terhadap pelaku yang melanggar ketentuan/peraturan Karlahut itu adalah, Undang-Undang (UU) No.41 Tahun 1999 tentang kehutanan, UU No.39 Tahun 2014 tentang Perkebunan, serta UU No.32 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH).

“Ada lima kecamatan yang berpotensi kebakaran hutan dan lahan, yakni Kecamatan Muara Lakitan, Muara Kelingi, Megang Sakti, Selangit dan Kecamatan BTS Ulu,” jelasnya.

Selain lahan dan hutan, masyarakat lima kecamatan itu memiliki lahan gambut dan banyak perusahaan perkebunan yang juga sering terjadi kebakaran. Bahkan sengaja dibakar, saat membuka perkebunan.

“Anggota kita akan siaga terus selama 24 jam, dan rutin melakukan patroli. Maka diimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan saat membuka perkebunan,” imbaunya.

Laporan Daulat

Rekomendasi Berita