oleh

Empat Lawang Kehilangan Rp 400 Miliar

LINGGAU POS ONLINE, EMPAT LAWANG – Kabupaten Empat Lawang lepas dari status daerah tertinggal tahun 2014. Keputusan ini ditetapkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Situasi itu, menurut Sekda Empat Lawang, Edison Jaya justru membuat Empat Lawang mengalami kerugian. Terutama dari segi bantuan pembangunan dari pemerintah pusat.

“Kami menyayangkan hal itu. Karena sejak 2015 bantuan pembangunan untuk daerah tertinggal tidak diterima lagi. Padahal, biasanya kami terima Rp 300 miliar sampai Rp 400 miliar per tahun. Dana itu lepas dari Empat Lawang, karena sudah tidak lagi menjadi daerah tertinggal,” terang Edison Jaya kepada Linggau Pos, Kamis (27/9).

Padahal, saat ini dusun-dusun di Empat Lawang masih ada yang belum teraliri listrik, masih ada warga yang belum memiliki jamban ataupun sanitasi.

“Ini masih kategori daerah tertinggal,” kata Edison.

Edison menjelaskan, Pemkab Empat Lawang sudah berupaya mengembalikan Kabupaten Empat Lawang menjadi daerah tertinggal namun sudah dua tahun ini upaya tersebut belum berhasil. Sebab bantuan dari pemerintah pusat masih sangat perlu untuk Kabupaten Empat Lawang.

“Lihat Muratara, lebih kaya dari Empat Lawang, Musi Rawas APBD-nya sudah Rp 1,6 triliun, Lahat APBD juga sudah besar, mereka tidak mau lepas dari daerah tertinggal,” jelasnya.

Edison yakin, jika Empat Lawang tidak lepas dari daerah tertinggal, besar kemungkinan APBD Empat Lawang sudah mencapai Rp1 triliun lebih. Selain itu, bantuan yang diterima bisa digunakan untuk pembangunan.

“Fokus pembangunan pemerintah pusat saat ini untuk daerah tertinggal. Tapi kita sudah keluar dari daerah tertinggal, tapi kenyataannya masih tertinggal. Mudah-mudahan dengan pemimpin baru, APBD dan pembangunan semakin meningkat,” tukasnya.(cw2)

Rekomendasi Berita