oleh

Empat Lawang Darurat Keamanan dan Narkoba

LINGGAU POS ONLINE, EMPAT LAWANG – Ketua Komisi I DPRD Empat Lawang, Makmun menegaskan bahwa Kabupaten berslogan ‘Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati’ dinyatakan darurat keamanan dan narkoba.

Apa alasannya? Ini berkait dengan kejadian pada Sabtu (4/11) terjadi penganiayaan terhadap Nedi Irawan, warga Kota Pagaralam dibegal bandit. Sampai pergelangan tangan sebelah kanan putus. Tentu hal itu membuat rasa takut masyarakat Empat Lawang dan luar daerah ini.

“Menurut kami saat ini Empat Lawang darurat keamanan dan narkoba. Kenapa demikian karena jika sudah menggunakan narkoba, tentu akan melakukan apapun untuk memenuhi kebutuhan narkobanya, bahkan akan sampai melakukan tindak kriminal, seperti menodong dan merampok dan juga tidak segan-segan melukai korban,” ungkap Makmun, Senin (6/11).

Saat ini, kata anggota DPRD Empat Lawang dari Fraksi PDIP ini, di Kecamatan Ulu Musi dan Kecamatan Sikap dalam Kabupaten Empat Lawang hampir setiap hari terjadi penodongan. Namun masalah keamanan ini bukan hanya tugas polisi, melainkan tugas seluruh masyarakat, termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab Empat Lawang).

“Pihak keamanan harus bekerjsama dengan tokoh masyarakat, lalu seluruh masyarakat harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap keamanan di Kabupaten Empat Lawang,” imbuhnya.

Permasalahan keamanan ini, dijelaskan Makmun, tentu berpengaruh terhadap perekonomian. Mana mungkin para investor mau masuk jika Kabupaten Empat Lawang rawan kriminalitas.

“Tentu masalah keamanan ini sangat berpengaruh dengan perekonomian masyarakat. Pastinya masyarakat selalu dihantui rasa takut saat berkendaraan,” tegas Makmun.

Dirinya pun meminta kepada Polda Sumsel agar menambah personel polisi di Kabupaten Empat Lawang. “Personel polisi saat ini masih dalam kategori kurang. Sebab itu kami meminta agar ada penambahan personel oleh Polda Sumsel,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Empat Lawang, Indratno menegaskan, jika perhatian pemerintah untuk permasalahan keamanan saat ini dinilai masih kurang. Pemerintah saat ini kurang hadir di tengah masyarakat.

“Masalah keamanan ini tidak dibebankan kepada polisi saja, namun harus ada kerjasama antar stakeholder. Keadaan Empat Lawang saat ini sudah darurat,” katanya.

Indratno yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Empat Lawang berharap, kedepan ada tindakan nyata untuk permasalahan keamanan.

“Para pelaku begal harus diberi hukuman yang berat. Sebab para pelaku itu tidak ada lagi rasa manusiawi dalam melancarkan aksinya,” tegasnya. (04)

Komentar

Rekomendasi Berita