oleh

Empat Hari Kerja 400 PPDP Coklit 9.537 Jiwa

“PPDO harus bekerja dengan baik, jangan sembarangan dalam men-Coklit,”Operator Coklit KPU Kota Lubuklinggau, Nick Rasamy Sasmita.

 

LINGGAU POS ONLINE, KAYU ARA – Sebanyak 400 Petugas Pemutakhiran data Pemilih (PPDP), sedang melakukan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data pemilih.

Data pemilih yang di-Coklit tersebut sebanyak 161.024 jiwa, dengan rincian untuk Kecamatan Lubuklinggau Barat I, sebanyak 24.612, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, 16.224 jiwa, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, 11.083 jiwa, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, 21.420 jiwa. Kemudian, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, 23.351, Kecamatan Timur II, 25.237. Kecamatan Lubuklinggau Utara I, 9.662 dan Kecamatan Lubuklinggau Utara II, 28.435.

Divisi Logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Lubuklinggau, Efrizal didampingi operatornya Nick Rasamy Sasmita mengatakan kalau saat ini data yang sudah di-Coklit sebanyak 9.537 jiwa.

Menurut dia, itu merupakan hasil Coklit yang dilakukan dalam empat hari, yakni mulai tanggal 20-23 Januari 2018.

“Ini hasil Coklit empat hari. Jadi, kita optimis sampai batas akhir Coklit, yakni 18 Februari semua masyarakat Kota Lubuklinggau sudah didatangi PPDP atau di Coklit,” kata Nick Rasamy Sasmita, Rabu (24/1).

Meskipun demikian, KPU Kota Lubuklinggau mengimbau kepada seluruh PPDP untuk bekerja sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan, yakni memperbaiki data yang sudah dipegangnya yakni Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4), menambah dari data itu kalau ada yang tercatat sebagai warga Kota Lubuklinggau, tapi belum terdaftar. Kemudian, menambah masyarakat yang sudah bisa memilih, dengan mengisi formulir A.A KWK.

“Selanjutnya, untuk masyarakat yang sudah pindah, tapi tidak memiliki surat pindah, namun memiliki KTP dan KK. Hendaknya ditanyakan langsung kepada yang bersangkutan mau memilih di mana, di alamat baru atau lama.

“Nanti, PPDP buat di kolom keterangan, di mana yang didata tersebut akan memilih, lengkap dengan nama Kelurahan dan TPS,” jelasnya.

Kemudian, mendata para pemilih pemula untuk memilih di TPS terdekat, atau disamakan dengan anggota keluarga lainnya, yang ada di KK tersebut.

“Ini harus dilakukan, supaya partisipasi masyarakat dapat meningkat,” ungkapnya. (11)

Komentar

Rekomendasi Berita