oleh

Empat Bulan DPO, Ompong Ditangkap

Bongkar Rumah Takiudin

LINGGAU POS ONLINE, RAWAS ILIR – Kasus seorang warga Kelurahan Rawas Ilir, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), diduga membongkar rumah warga Desa Beringin Makmur II pada Senin 30 Juli 2017 lalu, terungkap.

Akhirnya setelah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) atau buron empat bulan, tersangka Palepi Andre alias Aan alias Ompong (33) ditangkap polisi. Rumah yang menjadi sasaran tersangka Ompong milik M Takiudin (29).

Ompong diringkus polisi di salah satu rumah warga di Desa Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir tanpa melakukan perlawanan sekitar pukul 20.30 WIB, Sabtu (2/12).

“Memang benar kami telah menahan, tersangka Palepi Andre alias Aan alias Ompong karena diduga membobol rumah Takiudin. Sehingga korban mengalami kehilangan barang-barang berharga di rumahnya,” kata Kapolres Musi Rawas, AKBP Bayu Dewantoro melalui Kapolsek Rawas Ilir, Iptu Fajri Anbiya, Minggu (3/12).

Fajri sapaannya menjelaskan, tersangka diringkus bermula saat anggota mendapatkan informasi dari warga bahwa tersangka sedang berada di rumah warga di Desa Bingin Teluk.

Kemudian, anggota menindaklanjuti informasi itu, langsung terjun ke lokasi melakukan pengintaian dan penyelidikan.

Setelah dipastikan, tersangka berada di lokasi. Anggota langsung menyergap tersangka dan langsung digiring ke Mapolsek tanpa melakukan perlawanan.

“Saat diinterogasi, tersangka mengakui perbuatannya. Salah satu bukti yang didapatkan pelaku dari hasil membobol rumah korban, yakni jam tangan yang dikenakan tersangka merupakan milik korban,” jelas kapolsek.

Lebih lanjut kapolsek menjelaskan, tersangka diringkus berdasarkan Laporan Polisi nomor : LP/B-31/VII/2017/Sumsel/Mura/Sek Rws Ilir, tanggal 11 Juli 2017. Sekitar pukul 16.00 WIB, Senin (10/7/2017) di Desa Beringin Makmur II, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara.

Terjadi Pencurian dengan Pemberatan (Curat) diduga dilakukan oleh Orang Tidak Dikenal (OTD). Diduga pelaku masuk ke dalam rumah saat pemilik rumah tidak ada di dalam rumah dengan cara mencongkel pintu jendela.

Setelah berhasil masuk, pelaku langsung mengambil barang-barang berharga berupa, satu kompor gas, satu tabung gas 3 Kg, satu buah setrika, satu reciver merek Goldsat, dua jam tangan dan uang tunai Rp. 500 ribu, apabila ditafsirkan korban mengalami kerugian sekitar Rp 2.800.000.(16)

Komentar

Rekomendasi Berita