oleh

Emosi Atas Tindakan Tersangka, Jun Tato Menyesal Membunuh Tauke Karet

Tersangka penodongan tauke karet Junarsa alias Jun Tato (35) warga Desa Suka Cinta, Kecamatan Sumberharta, Kabupaten Musi Rawas (Mura) menyesali perbuatanya selama di penjara dan di hukum seumur hidup.

Laporan Suwito, Sidorejo

Kamis (16/11) sekitar pukul 13.00 WIB di Pengadilan Negeri Kota Lubuklinggau memberikan curahan hatinya menyesal sudah melakukan perbuatan menghilangkan nyawa, Husein dan Edi Yus meninggal dunia, ia merasa khilaf dan terpaksa.

“Sebenarnya aku melakukan pembunuhan terhadap Husein dan Edi Yus karena terpaksa, sebab ia sangat meresakan banyak orang disanan. Ia sering melakukan pungutan liar dengan memaksa apabila tidak di beri akan memukul, jadi saya emosi mendengar itu akhirnya saya di suruh membunuh,” jelasnya.

Pria yang dikenal pembunuh bayaran itu akhirnya takluk dan menyesal setelah membunuh tauke karet Husein dan Edi Yus.

“Penyesalan sangat dalam, apalagi sekarang aku sudah divonis seumur hidup. Saya mengaku telah melakukan pembunuhan itu namun saya masih meminta hukuman dapat diringankan, walaupun aku dikenal dengan pembunuh bayaran tapi ini baru pertama kalinya melakukan pembunuhan itupun karena terpaksa,” ungkapnya.

Lalu ia melanjutkan dalam pembunuhan itu ia menerima uang sebesar Rp 20 Juta, itupun separuh diberikan ke orang kurang mampu.

“Waktu membunuh saya diberi uang Rp 20 Juta, dan uang itu saya tidak terima semua hanya tiga juta rupiah, selebihnya delapan juta saya berikan ke orang yang kurang mampu, dan sisanya saya bolak balik membeli minyak untuk operasional dan biaya makan,”.(*)

Komentar

Rekomendasi Berita