oleh

Ekstrakulikuler Tempatnya Belajar Manajemen Konflik

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Tak semua ilmu bisa didapat peserta didik di kelas. Pun dengan mahasiswa, tak semua ilmu yang dibutuhkan bisa didapat di dalam lokal perkuliahan. Maka pelajar dan mahasiswa harus berani sedikit bekerja keras untuk mendapatkan ilmu – ilmu lain, yang dinilai sangat penting ini.

Wakil Rektor III Universitas Musi Rawas (Unmura), Hermanto membenarkan itu. Menurut Hermanto, yang mahasiswa memang tidak bisa mengandalkan ilmu yang diberikan dosen di dalam lokal saja.

“Gabung Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) solusinya. Di situ banyak yang bisa dikembangkan. Unmura punya 12 UKM. Seperti KSR, LDK, Pecinta Alam, Voli, dan masih banyak lagi. Semua bisa dimanfaatkan mahasiswa yang mau belajar,” tuturnya.

Sebagaimana diungkapkan Psikolog, Irwan Tony, kalau pelajar gabung di ekstrakulikuler, dan mahasiswa aktif di UKM, banyak ilmu yang bisa didapat.

“Pertama, yang paling penting itu ada ilmu manajemen konflik, memupuk kepercayadirian, leadership, team building, dan public speaking. Saran saya kalau sekolah atau kuliah, jangan hanya kenal kantin, kelas sama rumah. Ya sayang banget. Karena saat kita mengabdi di masyarakat dan dunia kerja, yang dibutuhkan adalah skill public speaking, leadership dan team building. Tiga ini penting. Di manapun kita berada,” jelasnya.

Ia menyarankan, mahasiswa maupun pelajar jangan hanya study oriented. Tapi cobalah jadi siswa yang bisa bermanfaat untuk lingkungan.

“Jadi bisa seimbang, akademis, organisasi, dan ibadahnya,” imbuh Irwan Tony.

Zidan (16) seorang siswa SMAN 2 Lubuklinggau merasai manfaat selama aktif di ekstrakulikuler.

“Saya hobi basket. Maka saya pilih ekstrakulikuler basket. Jadi bukan sebatas teman yang saya dapat. Saya juga bisa hidup sehat, dan yang penting bisa belajar bagaimana menjalin kekompakan dalam tim,” jelasnya.

Zidan mengatakan, orang tuanya cukup berperan dalam mengarahkan akan ke mana Zidan memilih ekstrakulikuler.

“Mama yang mengarahkan. Beliau bilang saya nggak boleh sekolah saja. Musti ada kegiatan lain. Selain les sore hari, seminggu sekali saya ekstrakulikuler di sekolah. Di tim basket, semua menyenangkan. Kalau ada problem kita saling menguatkan. Jadi memang kesetiakawanan itu penting. Supaya kita lebih percaya diri dalam bergaul,” tuturnya. (05)

Komentar

Rekomendasi Berita