oleh

Eksekutor Pembunuhan Dedek Dituntut 20 dan 15 Tahun Penjara

LINGGAUPOS.CO.ID- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau Rodianah menuntut terdakwa kasus pembunuhan Abdie Haqim Perdana alias Dedek (15), Rabu (14/4) sekira pukul 12.30 WIB.

Terdakwa Aldo Gustiawan alias Aldo (18) warga Jalan KBS, Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Lubulinggau Selatan II dituntut dengan 20 tahun penjara. Sementara Terdakwa Rangga Julian Saputra alias Rangga (18) warga Jalan Proyek, Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I dituntut 15 tahun penjara.

Sidang di Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau ini diketuai Majelis Hakim Andi Barkan didampingi Hakim Anggota Lina Sapitri Tajili dan Ferri Irawan serta Panitera Pengganti (PP) Dewi. Sementara terdakwa mengikuti sidang di Lapas Klas IIA Lubuklinggau didampingi Penasehat Hukum (PH) Darmansyah.

Pembunuhan terhadap Dedek terjadi di kebun karet belakang Bandara Silampari, Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I Minggu 1 November 2020. Jasad korban yang sudah dikuburkan para tersangka ditemukan 12 November 2020.

Sidang yang dilaksanakan via Zoom Meeting ini juga dihadiri keluarga Alm. Dedek.

Dalam pembacaan tuntutannya JPU Rodianah mengatakan, berdasarkan fakta-fakta di persidangan baik saksi dan terdakwa sendiri bahwa secara sah Terdakwa Aldo dan Rangga Julian Saputra sama –sama dikenakan Pasal 365 ayat 4 KUHPidana artinya perbuatan itu menjadikan ada orang mendapat luka berat atau meninggal dilakukan oleh dua orang bersama-sama atau lebih dan disertai pula.

JPU Rodianah menegaskan yang memberatkan Terdakwa Aldo yakni terdakwa merupakan eksekutor korban yang menyebabkan meninggal dunia, mengilangkan nyawa orang lain, dan mengambil barang berharga milik korban. Sementara JPU menegaskan tak ada yang meringankan tidak ada.

Sedangkan yang memberatkan terdakwa Rangga Julian Saputra yakni terdakwa tidak ikut membunuh, namun ikut menguburkan terdakwa. Sedangkan yang meringankan, terdakwa sopan dan berterus terang dalam persidangan.

Dengan tuntutan itu, Majelis Hakim Andi Barkan menanyakan pada kedua terdakwa. Dan masing-masing terdakwa meminta permohonan lisan agar dapat keringanan hukuman. Mereka juga berjanji tidak mengulangi perbuatannya.

Sementara JPU Rodianah, tetap pada tuntutan.

Sekedar mengingatkan, Alm. Dedek Minggu (1/11/2020) sekitar pukul 16.30 WIB bersama temannya NL mengendarai Honda Beat milik ibu Dedek. Lalu WN (terpidana) yang juga teman/ tetangga Dedek mengendarai Kawasaki Ninja Hitam yang didorong korban menggunakan kaki (step). Setelah itu mereka bertiga sampai di rumah WN untuk mengantarkan Kawasaki Ninja yang rusak itu.

Setelah itu Dedek, NL, dan WN langsung menuju Kota Lubuklinggau mengendarai Honda Beat milik ibu korban. Sekira pukul 17.15 WIB, mereka bertiga sampai ke kontrakan Terdakwa AL di Jalan Arjuna, Kelurahan Margamulya, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

Sekira pukul 17.45 WIB, WN mengajak Dedek dan Terdakwa AL ke ATM mengambil uang untuk mengambil laptop yang digadaikan kepada korban. Sekira pukul 18.25 WIB, Terdakwa AL dan WN kembali ke kontrakan Terdakwa AL, tapi hanya berdua saja tanpa diikuti Dedek.

Tiba di kontrakan itu, sepeda motor korban dikendarai AL dan WN dimasukkan ke ruang tamu kontrakan. Tersangka meminta kepada Terpisana AR dan NL untuk tidak menceritakan kejadian yang telah mereka lakukan yaitu membunuh korban.

Saat itu, NL dan Terpidana AR melihat baju belakang WN penuh darah dan baju Terdakwa AL terdapat bercak darah. Sementara telapak tangan AL luka sobek akibat benda tajam.

NL juga melihat AL membawa pisau di pinggang kanan. Tak lama kemudian Terpidana AR mengambil obeng di mobil Carry Futura Box miliknya untuk melepaskan Plat Motor Honda Beat milik korban.

Lalu Terdakwa AL meminta Terpidana AR mengantar pulang ke rumah NL di Desa G1 Mataram, Kecamatan Tugumulyo. Rabu (4/11/2021) AR mengantar AL melarikan diri ke Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. AR pulang ke Lubuklinggau sendirian sedangkan AL menginap di rumah keluarganya di Kabupaten Tebo. AL berencana untuk ke Jakarta.

Sementara keluarga korban mencari keberadaan Dedek dengan meng-upload ke media sosial Facebook dan histori WhatsApp bahwa mereka kehilangan anggota keluarganya 13 hari dan tidak membuahkan hasil.

Jumat (13/11) keluarga korban, Bodo menghubungi Kanit Intelkam untuk meminta pendapat terkait hilangnya anggota keluarga mereka (Dedek, red). Kanit Intelkam koordinasi dengan Kasat Intelkam dan Kanit Pidum Sat Reskrim Polres Lubuklinggau untuk mengambil langkah guna ungkap kasus tindak pidana tersebut.

Sekira pukul 22.00 WIB, Kanit IV Kamneg Sat Intelkam, Aipda M Joniansyah koordinasi dan keluarga korban bersama NL dan tersangka AR ke Polres Lubuklinggau. Kemudian Sat Intelkam melakukan interogasi terhadap NL (saksi) dan tersangka AR lalu koordinasi dengan Unit Pidum Sat Reskrim Polres Lubuklinggau setelah itu didapatkan keterangan bahwa Dedek korban pembunuhan dan pelaku utama pembunuhan tersebut adalah AL dan WN.

Keluarga korban lalu membuat Laporan Polisi ke SPKT Polres Lubuklinggau sesuai dengan Nomor : LP-B/214/XI/2020/RESLLG Tanggal 14 November 2020 dengan perkara Tindak Pidana Pembunuhan.

Sabtu (14/11) sekitar pukul 01.30 WIB, Unit Pidum Sat Reskrim Polres Lubuklinggau dipimpin Aiptu Suwarno beserta anggota berangkat menuju Kabupaten Muara Tebo Jambi untuk menangkap AL.

Sekira pukul 07.00 WIB, AL berhasil diamankan Anggota Unit Pidum Sat Reskrim Polres Lubuklinggau .
Sekira pukul 11.00 WIB, Unit Reskrim Polsek Lubuklinggau Barat juga mengamankan RA (18) dan tersangka RI (17) warga Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Sekira pukul 14.00 WIB, Unit Pidum Sat Reskrim Polres Lubuklinggau tiba di Mapolres Lubuklinggau dengan membawa tersangka AL dan AR kemudian tim yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau, AKP Ismail berangkat membawa kedua tersangka guna memastikan TKP pembunuhan dan tempat korban dikuburkan.

Pukul 15.30 WIB tim yang dipimpin AKP M Ismail menuju tempat tinggal tersangka AL mencari barang bukti untuk menguburkan korban yakni dua cangkul. Setelah dilakukan pencarian, alat cangkul tidak ditemukan.

Sekira pukul 15.50 WIB, tim yang dipimpin AKP Ismail berangkat menuju G1 Mataram untuk mencari dan mengamankan barang bukti sebilah pisau yang disembunyikan di belakang jok mobil Box Carry Futura serta obeng untuk membuka plat motor korban sebelum dijual ke penadah.

Pukul 16.15 WIB Tim yang dipimpin AKP Ismail berhasil mengamankan BB mobil Box Carry Futura BG 8733 LH di depan Pasar B Srikaton, sebilah pisau untuk membunuh korban diselipkan di atap plafon Box Carry Futura BG 8733 LH, sepucuk besi obeng di kaca pintu Box Carry Futura BG 8733 LH sebelah kanan dan satu gagang obeng yang berada di pintu Box Carry Futura BG 8733 LH yang digunakan untuk membuka plat motor korban kemudian tim kembali ke Polres Lubuklinggau. (*)

Sumber: Harian Pagi Linggau Pos

Rekomendasi Berita