oleh

Eksekutif Harus Gencar Lakukan Sosialisasi

Imbau Masyarakat Tidak Lakukan Penyentruman Ikan

Ketua DPRD Kabupaten Muratara, Efriansyah mengimbau agar masyarakat yang masih melakukan penyentruman ikan. Mengingat, bisa membahayakan masyarakat serta merusak ekosistem di sungai.

Laporan Riena Fitriani Maris, Muratara

Efriansyah menjelaskan, sudah seharusnya masyarakat meninggalkan kegiatan penyentruman ikan. Karena jelas, berdasarkan UU No. 31 Tahun 2009 tentang Perikanan. Pada pasal 84 dituliskan bahwa menangkap ikan dengan bahan berbahaya diancam pidana penjara maksimal enam tahun serta denda maksimal sebesar Rp 1,2 miliar.

Tak hanya itu. Padahal UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya pasal 21 dan Pasal 40, melarang pencarian ikan dengan setrum, diracun atau menggunakan bahan peledak. Pelanggaran terhadap UU No. 5/1990, pelaku bisa dikenai sanksi denda Rp 100 juta atau pidana penjara maksimal lima tahun.

Sayangnya, sekalipun hukumannya telah jelas, dan larangan kerap digaungkan, namun tidak sedikit kasus penyetruman ditemui. Seperti di Sungai Rawas, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara.

“Untuk itu kita meminta, agar masyarakat yang masih melakukan penyentruman ikan untuk menyetop kegiatan tersebut. Karena dampaknya bisa merugikan masyarakat, serta ikan di sungai juga akan habis. Kasihan dengan anak cucu kita nanti, tidak ada lagi ikan yang bisa ditangkap dan dinikmati,” ungkap Efriansyah, Selasa (7/11).

Kepada pemerintah, ia pun meminta untuk lebih gencar menyosialisasikan hal ini kepada masyarakat.

“Ketika penyentruman ikan dikatakan mereka menjadi satu-satunya mata pencarian untuk memenuhi kebutuhan hidup, saya rasa ini alasan klasik. Karena pemerintah juga saat ini sudah gencar menarik pihak investor, untuk berinvestasi di Muratara. Yang tujuannya, bisa menampung tenaga kerja lokal,” jelasnya.

Tinggal bagaimana masyarakatnya sendiri dilanjutkannya, untuk mempersiapkan diri untuk bersaing.

“Sehingga, bisa mendapatkan pekerjaan yang tidak dilarang atau membahayakan ekosistem di sungai,” tambahnya. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita