oleh

Eka Rahman: Paslon Sepadan Nian Menang Selangkah, Pilkada Muratara Bakal Ketat

LINGGAUPOS.CO.ID – Deklarasi pasangan bakal calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas Utara (Muratara)  H Devi Suhartoni dengan Ustadz H Inyatullah atau juga yang disebut Paslon Sepadan Nian, tentu membuat kaget khalayak. Pasalnya bakal calon lainnya belum ada yang berani mendeklarasikan diri.

Terkait deklarasi ini, Pengamat Politik Eka Rahman mengatakan, “Jika benar deklarasi yang dilakukan di media sosial yang bersangkutan merupakan deklarasi berpasangan bakal calon bupati/wakil bupati H. Devi Suhartoni – Ustd. Inayatullah dalam pilkada Muratara 2020 ini, maka setidaknya pasangan inilah yang pertama sekali melakukan deklarasi publik terkait pasangan bakal calon,” jelasnya, Minggu (19/1/2020).

Ditambahkan Eka, artinya, pasangan ini resmi maju satu langkah dibanding bakal calon yang lainnya.

“Jika paslon lain masih ‘mengkalkulasi kemungkinan pasangan’, maka paslon Sepadan Nian sudah bisa melakukan konsolidasi, pembagian tugas dalam sosialisasi, dan lainnya. Mereka berdua bisa ‘mencuri start’ untuk langsung melakukan kerja-kerja politik pemenangan secara lebih awal. Karena kurang lebih enam bulan lagi, yakni Juli 2020, KPU sudah membuka pendaftaran,” tambah Eka.

Kemudian mengenai peluang paslon ini untuk memenangkan kontestasi?

Menurut Eka, jika mengacu pada data hasil Pilkada Muratara 2015, maka dari 39.851 suara yang mengantar Syarief Hidayat – Devi Suhartoni dalam memenangkan kontestasi melawan paslon Akisropi – Andi Wijaya. Tentu ada kontribusi suara dari Devi Suhartoni, walaupun tidak bisa memastikan secara pas berapa persen kontribusi suara tersebut.

“Namun yang tak terbantah, bahwa Devi Suhartoni pernah memenangkan kontestasi Pilkada Muratara sebagai wakil bupati. Demikian juga, Ustad Inayatullah adalah figur popular di wilayah ini -dalam kapasitasnya selaku tokoh agama-, tentu memiliki massa dan pengikut. Apakah itu cukup untuk memenangkan kontestasi ? Harus di lihat kerja-kerja politik paslon tersebut bersama tim pemenangannya, baik dalam hal strategi, pendekatan maupun logistik,” Eka Rahman menjelaskan.

Menarik di cermati dalam Pilkada Muratara, adalah dari empat bakal calon yang ada di ruang publik yaitu : HM Syarif Hidayat, H Devi Suhartoni, H Akisropi Ayub dan Andi Wijaya pernah berkontestasi sebelumnya secara berpasangan.

Bahkan pada pilkada sebelumnya, HM Syarif Hidayat dan H Devi Suhartoni meraih 39.851 suara, H Akisropi Ayub dan Andi Wijaya dengan raihan 32.269 suara, hanya selisih 7.282 suara yang ‘relatif tipis’.

“Namun, saat ini, keempatnya berada pada posisi kompetitor, dengan pasangan masing-maing. Artinya, mereka sudah saling paham basis massa, strategi, metode dan kekuatan/kelemahan masing-masing. Sehingga di prediksi kontestasi akan berlangsung secara ketat, tanpa ada paslon yang mendapat suara secara dominan.

Meski Devi Suhartoni bisa di kategorikan petahana -yang biasanya diuntungkan-, namun karena posisinya adalah wakil bupati yang kebijakannya lebih dominan di tangan bupati. Maka akses terhadap sumberdaya birokrasi akan di kontrol oleh H Syarif Hidayat,” jelas Eka Rahman.(*)

Rekomendasi Berita