oleh

Efran Dipidana Delapan Tahun Penjara

Terdakwa Penyalahgunaan Narkoba Tertunduk Lesu

Tertunduk lesu, itulah yang tampak dari terdakwa Efran Nazory mengikuti proses sidang putusan perkara penyalahgunaan narkoba di Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Rabu (8/11).

Laporan Suwito, Sidorejo

Terdakwa Efran Nazory warga Kelurahan Pasar Satelit, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, tidak menyangka bisa dihukum selama 8 tahun kurungan penjara. Selain itu, Efran Nazory juga dikenakan pidana denda Rp 800.000.000. Dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama 4 bulan.

Menyatakan masa penangkapan dan penahanan dikurangkan seluruhnya dari hukuman yang dijatuhkan, dan menetapkan agar terdakwa tetap ditahan, serta membebankan agar terdakwa dikenakan untuk membayar biaya perkara Rp 5.000.

“Atas putusan ini, baik terdakwa maupun JPU (Rodianah, red) mempunyai hak yang sama, yakni menerima banding dan pikir-pikir,” kata Ketua Majelis Hakim, Hendri Agustin saat persidangan, Rabu (8/11).

Namun, baik terdakwa maupun JPU, Rodianah menerima putusan yang sudah dijatuhkan ini, maka sudah dipastikan Efran Nazory akan di penjara selama putusan majelis hakim.

Juru bicara Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Hendri Agustian menjelaskan bahwa putusan yang dibacakan majelis hakim berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, mulai keterangan saksi hingga keterangan terdakwa.

“Itulah yang dijadikan dasar majelis hakim dalam menjatuhkan putusan,” kata Hendri Agustian,”. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita