oleh

Dulu Kotak Suara Kardus Cuma Cadangan

Ketua KPU Kabupaten Mura, Ach Zaein
“Penentuan bahan karton kedap air serta transparan satu sisi itu, KPU tidak bisa menetapkan sepihak. Tapi, telah melalui persetujuan pemerintah dan DPR, lewat forum RDP,”

MUSI RAWAS – Kotak suara dari kardus yang akan digunakan di Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, bukan hal yang baru. Sebab, pada Pemilu 2014, Pilkada serentak 2015, 2017 dan 2018 sudah pernah menggunakan kotak suara jenis ini.

Namun, sebelumnya kotak suara yang terbuat dari kardus tersebut, hanya digunakan untuk memenuhi kekurangan kotak suara yang sudah disediakan berbahan aluminium. Demikian disampaikan Ketua KPU Kabupaten Mura, Ach Zaein, Senin (17/12).

Menurut Zen sapaan akrab dari Ketua KPU Mura, kotak suara tersebut mampu mengangkat beban surat suara, sampai 10 Kg. Bahkan, ide ini bermula dari penjelasan Pasal 341 ayat (1) huruf a Undang-Undang (UU) No.7 Tahun 2017 tentang Pemilu, yang mengamanatkan kotak suara harus transparan.

“Makanya sejak 2014 lalu sudah pernah digunakan,” katanya.

Mengenai bentuk, ukuran, dan spesifikasi teknis kotak suara dan logistik, sudah dijelaskan dalam Pasal 341 ayat (3) yang memberi mandat yang tegas kepada KPU untuk mengatur dalam Peraturan KPU.

Setelah mempertimbangkan berbagai alternatif bahan, maka KPU mengusulkan penggunaan bahan duplex, atau karton kedap air, serta transparan satu sisi. Bahan ini berbeda dengan kardus mi instan atau air kemasan.

Bahkan, usulan KPU ini sudah dituangkan dalam draf PKPU tentang logistik, dan dibawa ke dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi II DPR RI, yang di dalamnya ada semua wakil Parpol.

Akhirnya, Kementerian Hukum dan Hak AAsasi Manusia (KemenkumHAM) mengesahkan PKPU No.15 Tahun 2018 pada 24 April 2018 yang pada Pasal 7 ayat (1) mengatur bahwa kotak suara menggunakan bahan karton kedap air yang transparan satu sisi.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, penentuan bahan karton kedap air serta transparan satu sisi itu, KPU tidak bisa menetapkan sepihak. Tapi, telah melalui persetujuan pemerintah dan DPR, lewat forum RDP,” katanya.

Selain itu, walaupun kotak suara tersebut terbuat dari aluminium. Ketika, terjadi kerusuhan atau dibakar massa, isi yang berada di dalamnya juga ikut terbakar, atau tidak ada yang bisa diselamatkan dari dalam kotak surat tersebut.

“Jadi, dari aspek keamanan kotak suara berbahan kardus sama saja dengan aluminium,” jelasnya.

Maka dari itu pihaknya mengimbau semua pihak untuk tidak terpancing dengan isu-isu yang berhembus mengenai kotak suara berbahan kardus, karena sudah digunakan dalam empat pemilu terakhir.

“Tidak ada yang perlu dipermasalahkan, karena kotak suara berbahan kardus bukan sesuatu yang baru,” jelasnya.

Sementara itu Ketua KPU Kota Lubuklinggau, Lukman Hakim mengatakan hal yang sama, kalau kotak suara berbahan kardus bukan hal yang baru. Bahkan, mengenai keamanan kotak suara kardus dan aluminium relatif sama. (aku)

Berita Terkait : Harus Dikaji Ulang

Rekomendasi Berita