oleh

Dukun Gadungan yang Kabur Sebelum Sidang di Pengadilan Lubuklinggau, Ditangkap di Jakarta

-Hukum-2.874 dibaca

LINGGAU POS ONLINE – Terdakwa kasus penggelapan, Sukmaini (49) warga Jalan H Madnur RT.07 Kelurahan Muara Enin Kecamatan LubukLinggau Barat I, yang kabur sebelum sidang di Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Senin (23/4/2019), akhirnya ditangkap.

Terdakwa ditangkap Tim Intelejen Kejati Sumsel didukung Tim Intelejen Kejari Jakarta Barat bersama Tim Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejagung RI, Kamis (12/12/2019) sekitar pukul 09.00 WIB di Komplek Meruya Indah, Jakarta Barat.

Kajari Lubuklinggau Hj Zairida SH, M.Huma melalui Kasi Intelijen Soemarlin Holomoan Ritonga SH membenarkan Sukamaini telah ditangkap. “Ditangkap Kasi Pidum Faiq Nur Fikri Sofa SH bersama Jaksa Rodiana SH dan Tim Intelejen Agrin Nico Reval. Langsung dibawa ke Lubuklinggau,” jelasnya.

Diketahui Sukmaini sudah divonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau dua tahun penjara, sesuai Putusan PN.LLG No.83/Pid.B/2019/PN.LLG.

Diketahui sebelumnya Sukmaini kabur melalui pintu belakang PN Lubuklinggau, dengan menggunakan ojek.

Kaburnya Sukmaini baru diketahui, ketika ia dipanggil untuk menjalani persidangan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ayu Soraya SH. Saat itu sosok Sukmaini sudah tidak nampak dari pantau penjagaan pengadilan dan JPU sekitar pukul 11.30 WIB.

Melihat hal tersebut, sontak para keamana tahanan langsung kocar-kacir mencari Sukmaini. Praduga Sukmaini kabur beberapa menit sebelum diketahui oleh petugas pengamanan pengadilan.

Sementara kasus yang membawa Sukmaini ke balik penjara, terjadi Jumat 19 September 2017 sekira pukul 14.00 WIN di Jalan Sueb Tamat Rt.2 Kelurahan Watervang Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Berawal terdakwa berpura-pura ingin mencari kontrakan bertemu dengan Mujiati alias Mbah Kenyot, kemudian diantar melihat kontrakan miliknya.

Di jalan Mbah Kenyot bertanya kepada Sukmaini, adakah kenal dengan orang yang bisa ngobati, karena suaminya, sedang sakit.

Saat itu juga Sukmaini mengaku ia bisa mengobati. Mbah Kenyot pun menanyakan syarat-syaratnya. Terdakwa Sukmaini menyebutkan, air segelas. Air itu dibacakan alfatiha oleh Sukmaini, selanjutnya diminumkan ke suami Mbah Kenyot.

Korban Mbah Kenyot kembali menanyakan syaratnya. Terdakwa meminta air sebotol aqua, emas dan uang kertas Rp2 ribu. Oleh korban diberikanlah syarat itu.

Selanjutnya cincin emas milik korban ditukar dengan terdakwa dengan cincin imitasi miliknya. Dibungkus dengan uang, kemudian diikat dengan karet gelang, selanjutnya dimasukkan ke dalam botol aqua berisi air.

Setelah itu, terdakwa mengatakan kepada saksi korban “Nah ini untuk mandi kagek sore, besok aku datang”dan setelah itu terdakwa langsung pulang namun terdakwa tidak kembali lagi.(*)

Rekomendasi Berita